Garebeg Besar Saat Idul Adha, Keraton Yogyakarta Siapkan 8 Gunungan
KRJOGJA.COM | 08/08/2019 10:55
Garebeg Besar Saat Idul Adha, Keraton Yogyakarta Siapkan 8 Gunungan

YOGYA, KRJOGJA.com - Keraton Yogyakarta akan menggelar Hajad Dalem Garebeg Besar memeringati Hari Raya Idul Adha 1440 H ini akan dilaksanakan pada Senin (12/8/2019) mulai pukul 07.00 WIB. Terdapat tujuh buah gunungan yang akan dibagikan di tiga tempat berbeda yaitu Kagungan Dalem Masjid Gedhe, Puro Pakualaman dan Kepatihan.  

Penghageng Tepas Tandha Yekti Kraton Yogyakarta Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu mengatakan seperti halnya Hajad Dalem Kraton Yogyakarta lainnya, pelaksanaan Grebeg Besar ini mengacu pada perhitungan Kalender Jawa Sultan Agungan. Lima gunungan yakni Gunungan Kakung, Gunungan Estri, Gunungan Darat, Gunungan Pawuhan dan  Gunungan Gepak akan dibagikan di Kagungan Dalem Masjid Gedhe. Sementara itu, dua Gunungan Kakung masing-masing akan dibagikan di Puro Pakualaman dan Kepatihan. 

Baca Juga: Mbah Moen Sempat Tertahan di Imigrasi

"Seperti biasanya, gunungan-gunungan tersebut akan dikawal sepuluh bregada prajurit Kraton Yogyakarta yakni Bregada Wirabraja, Dhaeng, Patangpuluh, Jagakarya, Prawirotama, Nyutra, Ketanggung, Mantrijero, Surakarsa dan Bugis," ujar GKR Hayu kepada KRJOGJA.com, Rabu (7/8/2019). 

GKR Hayu menjelaskan kata Garebeg sendiri, memiliki arti diiringi atau diantar orang banyak. Hal ini merujuk pada gunungan yang diiringi para prajurit dan abdi dalem dalam perjalanannya dari kraton menuju Masjid Gedhe. Garebeg atau yang umumnya disebut 'grebeg' berasal dari kata 'gumrebeg' yang mengacu kepada deru angin atau keramaian yang ditimbulkan pada saat berlangsungnya upacara tersebut.

Baca Juga: KH Maimoen Zubair Wafat, Indonesia Kehilangan Putra Terbaiknya

"Hajad Dalem Garebeg digelar tiga kali dalam setahun yakni Garebeg Mulud, Garebeg Sawal, dan Garebeg Besar. Garebeg Mulud digelar pada 12 Rabiul Awal (Mulud) memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Garebeg Sawal digelar pada 1 Sawal menandai berakhirnya bulan puasa dan Garebeg Besar dilaksanakan pada 10 Dzulhijah (Besar) memperingati Hari Raya Idul Adha," paparnya. 

Sebelum pelaksanaan Grebeg Besar, GKR Hayu menyampaikan terlebih dahulu digelar Hajad Dalem Numplak Wajik dan Gladhi Resik Prajurit. Numplak Wajik adalah prosesi menumpahkan wajik di badan bakal calon gunungan putri yang diiringi dengan dengan irama gejog lesung dari Abdi Dalem Keparak di Pelataran Kemagangan Kraton Yogyakarta pada Jumat (9/8/2019) pukul 15.30 WIB.

"Gladhi Resik Prajurit merupakan simulasi dan latihan terakhir yang dilakukan sepuluh bregada prajurit sebelum melaksanakan tugas mengawal gunungan di Pracimosoo Pagelaran Kraton Yogyakarra pada Minggu (4/8/2019) pukul 15.30 WIB. Mohon dukungan agar pelaksanaan rangkaian Hajad Dalam Garebeg Besar 1952 Be kali ini dapat berjalan dengan tertib dan lancar," ungkapnya. 

Putri keempat Raja Kraton Yogyakarta ini sekaliguskan memberikan informasi terkait pergantian Tahun Baru Jawa 1953 Wawu akan berlangsung pada 31 Agustus 2019. Abdi Dalem Keraton Yogyakarta akan mengadakan Hajad Kawula Dalem Mubeng Beteng dari area Kamandungan Lor (Keben) pada Sabtu (31/8/2019) mulai pukul 21.00 WIB.

"Kegiatan ini dapat diikuti masyarakat umum dengan mengenakan busana sopan dan rapi serta disiarkan secara langsung melalui kanal Periscope @kratonjogja. Kami informasikan berkaitan dengan adanya Idul Adha dan Kemerdekaan RI, wisata Kraton Yogyakarta ditutup pada Minggu (1/8/2019), Senin (12/8/2019) dan Sabtu (17/8/2019)," kata GKR Hayu. (Ira) 


BERITA TERKAIT