Hamili Pacar dan Lakukan Kekerasan, Polisi di Polresta Yogya Dilaporkan ke Polda DIY
KRJOGJA.COM | 06/08/2019 10:28
Hamili Pacar dan Lakukan Kekerasan, Polisi di Polresta Yogya Dilaporkan ke Polda DIY
Korban (tengah) bersama tim kuasa hukum saat berada di Kantor LKBH Pandawa menunjukkan surat pelaporan.

YOGYA, KRJOGJA.com - Seorang oknum anggota Sabhara Polresta Yogyakarta berinisial DP (24) dilaporkan ke Ditreskrimum dan Propam Polda DIY karena telah menghamili kekasihnya, OKD (28) warga Trimulyo Sleman. Akibat perbuatan oknum aparat berpangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda) ini, korban kini tengah hamil tiga bulan. Selain menghamili  pacarnya dan tak mau bertanggungjawab, Bripda DP juga melakukan tindak kekerasan dan penganiayaan terhadap korban.

Korban melaporkan Bripda DP ke Polda DIY pada Jumat (02/08/2019) lalu. Didampingi kuasa hukum, korban melaporkan Bripda DP atas tidak penganiayaan sebagaimana tertulis dalam pasal 351 KUHP dan pelanggaran kode etik seperti diatur dalam Perkap Kapolri nomor 14 tahun 2011.

BACA: Kompol Etty Haryanti: Dulu Saya Ingin Jadi Dokter

Korban menceritakan, awal mengenal Bripda DP dari temannya setahun yang lalu tepatnya pada bulan Agustus 2018. Setelah melalui proses pendekatan akhirnya keduanya memutuskan untuk berpacaran.

Baru berselang dua bulan menikmati masa romantisnya berpacaran, Bripda DP mulai menunjukkan perangai yang kasar. Berawal dari masalah-masalah kecil kemudian berlanjut cek-cok mulut lalu berakhir dengan tindak kekerasan dan pemukulan.

BACA: Siswinya Tembus NBA Junior, Kepsek SMP PL 1 Dukung Penuh!

“Kebanyakan masalah dipicu karena cemburu, setelah itu ada tindak kekerasan. Itu sudah mulai terjadi setelah dua bulan pacaran,” ungkap korban di Kantor LKBH Pandawa, Senin (05/08/2019).

Kendati mendapat perlakuan seperti itu namun perempuan cantik lulusan SMA ini tetap berusaha mempertahankan hubungan mereka berdua, hingga akhirnya kesabaran korban memuncak pada Senin (29/07/2019) lalu. Saat sedang pergi berdua tiba-tiba mereka kembali ribut dan lagi-lagi Bripda DP melakukan tindak pemukulan terhadap korban.

BACA: Tidak Terima Ditegur Karena Konvoi Saat Adzan, Saling Melaporkan ke Polisi

Akibat penganiayaan itu korban mengalami luka pada bagian mata, pipi, tangan, kaki bahkan hingga giginya tanggal. Korban juga sempat mendapatkan perawatan di RS Pantirapih Yogyakarta selama dua hari akibat luka yang dideritanya itu.

Korban mengungkapkan jika dirinya saat ini tengah hamil tiga bulan dari hubungannya dengan Bripda DP. Ketika korban meminta kekasihnya itu untuk bertangungjawab atas janin dalam rahimnya, Bripda DP menolak dan tak bersedia menikahinya.

BACA: Video Preman Dipukul Helm Hingga KO di Ngadisuryan Viral

Sementara itu kuasa hukum korban, Nasrul Arsyad SH mengungkapkan dari pihak korban sebenarnya telah berupaya melakukan mediasi namun Bripda DP bersikap tidak kooperatif. Bahkan Bripda DP mempersilakan jika korban hendak menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan permasalahan mereka berdua.

“Harapan dari kami, baik laporan pidana 351 penganiayaan maupun pelanggaran etik di Propam tetap lanjut. Kami meminta keadialan atas perkara kekerasan terhadap perempuan, karena menurut kami itu tidak pantas. Terlebih lagi yang bersangkutan merupakan anggota Kepolisian dimana seharusnya menjadi pengayom dan pelindung masyarakat,” tegasnya. (Van)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT