Pernikahan Usia Dini Penyebab Angka Perceraian Tinggi?
KRJOGJA.COM | 02/08/2019 14:27
Pernikahan Usia Dini Penyebab Angka Perceraian Tinggi?

SLEMAN, KRJOGJA.com - Kepala dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kabupaten Sleman Mafilindati Nuraini mengungkapkan pernikahan usia dini tidak dianjurkan karena dapat mempengaruhi keharmonisan dalam berkeluarga.

"Mari pendidikan dulu kalau sudah usia matang baru nikah," kata Mafilindati kepada krjogja.com saat ditemui di kantornya, Jum'at (02/08/19)

BACA: Tanpa Disadari 8 Hal ini Bisa Menjadi Pemicu Perceraian

Menurutnya, usia dini atau anak-anak (dibawah 18 tahun) tidak dianjurkan karena seharusnya mereka masih belajar. Jika menikah, pendewasaan usia perkawinan belum matang sehingga terjadi ketidakcocokan dalam berumah tangga. "Jangan sampai ada anak yang punya anak. Artinya anak usia di bawah 18 tahun sudah gendong anak," ucapnya.

Dia menjelaskan larangan itu akibat banyakya kasus perceraian akibat nikah muda. Bahkan, perceraian akibat pertengkaran yang terus menerus. Alasan lain faktor ekonomi, salah satu pasangan pergi tanpa kabar dan KDRT. "Data pengadilan agama menyebutkan, kasus perceraian tinggi karena faktor nikah yang terlalu muda. Kami sering  memberikan pemahanan kepada masyarakat dan saat ini menyusun peraturan bupati mencegah pernikahan usia dini." (Ive)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT