9 Jemaah Haji Meninggal, Menteri Nila Kirim Tim Gerak Cepat ke Arab Saudi
KRJOGJA.COM | 22/07/2019 18:53
9 Jemaah Haji Meninggal, Menteri Nila Kirim Tim Gerak Cepat ke Arab Saudi
Menteri Kesehatan Nila Moeloek menyampaikan pemaparan saat Indonesian Tuberculosis International Meeting, di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu 6 April 2019. Pertemuan itu mengangkat tema A Joined Force To Bring TB Down, Recent Development in The Diagnosis and Management of Tuberculosis. ANTARA FOTO/Didik Suhartono

SLEMAN, KRJOGJA.com - Menteri Kesehatan Nila Moeloek memantau perkembangan kesehatan jemaah haji Indonesia. Kementerian Kesehatan mencatat setidaknya terdapat sembilan jemaah calon haji asal Indonesia yang meninggal dunia. Dari jumlah tersebut tiga diantaranya meninggal di pesawat terbang dan enam lainnya meninggal di rumah sakit Arab Saudi.

"Insya Allah laporan dari tim kami (valid). Yang meninggal ada sembilan jamaah, tiga jamaah di kapal terbang dan enam jamaah di rumah sakit Aab Saudi," kata Menteri Kesehatan (Menkes) Nila Djuwita Anfasa Moeloek disela kunjunganya di RSUP di Sardjito, Senin 22 Juli 2019.

BACA:Pemulasaran Jenazah Jemaah Haji Harus Sepengetahuan Keluarga

Meskipun demikian, Nila Moeloek menilai perkembangan terakhir kesehatan para jamaah calon haji cukup bagus. Pihaknya juga terus berkoordinasi baik dengan Kementerian Agama, Kesehatan maupun Kementerian Hukum dan HAM.

Sebagai Menteri Kesehatan, Nila Moeloek mengingatkan kepada para jamaah untuk selalu minum obat bagi yang memiliki riwayat sakit maupun sudah tua. Oleh sebab itu Menkes punya tim promotif, preventif sebagai pengingat jemaah. "Karena orang tua sering lupa minum obat, kita ingatkan terus," ucapnya.

BACA: Kebugaran Fisik Tunjang Kemabruran Haji

Kemenkes juga membentuk tim gerak cepat untuk membantu jamaah calon haji asal Indonesian yang membutuhkan pertolongan. Tim ini hanya melakukan pertolongan medis pertama saja, namun jika perlu perawatan khusus maupun darurat maka akan segera dirujuk ke rumah sakit di Arab.

"Kami sebenarnya bukan rumah sakit, hanya High Care Unit (ruang perawatan pasien). Namun begitu tidak bisa di tangani harus kirim ke RS Arab kalau terjadi keadaan darurat,"kata dia. (Ive)


BERITA TERKAIT