Waspada Aksi Cabul di Jalanan, Perempuan Perlu Senjata Ini
KRJOGJA.COM | 18/07/2019 12:45
Waspada Aksi Cabul di Jalanan, Perempuan Perlu Senjata Ini

YOGYA, KRJOGJA.com - Kejadian belakangan ini di Yogyakarta, aksi remas payudara menjadi keprihatinan semua pihak. Wanita sering menjadi sasaran empuk pelaku aksi kejahatan dijalanan khususnya ditempat sepi. Tidak hanya aksi kejahatan, tindakan asusila juga sering dialami para wanita ditempat umum, wanita menjadi korban tindakan cabul dijalanan sepi.

Untuk menjaga dirinya dari tindak kejahatan atau aksi tidak senonoh dijalan, apakah wanita perlu melengkapi dirinya dengan senjata pengaman? Hal ini masih menjadi perdebatan. Namun tahukah kamu para 'mbak-mbak', barang-barang yang biasa dibawa ditas atau dompet bisa juga digunakan untuk mengamankan diri.

Berikut beberapa benda sederhana, yang sering ditemukan didalam tas wanita untuk bisa untuk menjaga diri seperti dikutip dari beberapa sumber.

  1. Parfum

Hampir mayoritas wanita selalu membawa parfum dalam tasnya. Selain sebagai pewangi harian, kandungan alkohol dalam parfum ternyata bisa membuat mata pedih. Tapi jangan sekali-kali uji coba disemprot kemata sendiri ya...

Jika melihat atau merasakan gerak-gerik mencurigakan disekitar, tidak ada salahnya mempersiapkan parfum ditangan untuk menjaga diri.

BACA:

Remas 'Anunya' Bule Cewek, Pak Guru Olahraga Akui Khilaf
Pengakuan Pelaku 'Remas', Suka Dengan Bentuk Bulat dan Menonjol

  1. Pepper Spray

Hampir mirip cara kerjanya dengan parfum, Pepper spray berisi tumbukan merica atau cabai yang dilarutkan dalam air. Air rendaman ini bisa diisikan kedalam botol parfum bekas atau alat semprot lain untuk menjaga diri.

  1. Alat kosmetik

Wanita modern saat ini tidak bisa lepas dengan kosmetik. Meskipun aman bagi kulit, namun kosmetik selalu sensitif bagi mata.

Nah, jika kebetulan Kamu merasa diancam oleh orang tak dikenal atau penjahat, coba siapkan alat kosmetikmu, dan arahkan ke mata penjahat.

Semua peralatan wajib ditas wanita ini hanya bersifat sementara untuk menjaga diri. Selalu waspada dan menghindari tempat sepi sendirian akan lebih efektif memperkecil peluang tindak kejahatan. Dan jangan lupa setelah berhasil menghindar cepat minta tolong untuk mengundang perhatian orang lain. (*)

Sengaja Incar 'Remas' Bule Cewek, Ini Alasan Pelaku

Seperti diberitakan sebelumnya SP (37) seorang guru honorer mata pelajaran Olahraga di salah satu SD Yogyakarta hanya tertunduk malu saat ditemukan dengan wartawan di Mapolsekta Mergangsan Selasa (16/7/2019) siang. Warga Margodadi Seyegan Sleman tersebut tertangkap warga ketika akan mengulang perbuatan pelecehan (memegang bagian sensitif) turis asing di kawasan Jalan Prawirotaman I seperti yang sempat dilakukannya pada 13 Juni 2019 lalu di lokasi sama.

Di depan Kapolsekta Mergangsan, Kompol Tri Wiratmo, SP mengaku melakukan aksi tak bermoral tersebut karena tertarik dengan kemolekan turis-turis asing yang ada di kawasan Prawirotaman. “Saya iseng dan khilaf, (kenapa orang asing) karena lebih cantik dan pakaiannya terbuka, tapi tidak nafsu,” ungkap SP.

SP yang kini berstatus tersangka tak bisa mengelak saat dikonfrontasi dengan video CCTV yang terekam sebulan lalu. Ia pun mengakui telah dua kali melakukan tindakan pelecehan pada turis asing yang sengaja diincarnya di lokasi tersebut.

Di depan Kapolsekta Mergangsan, Kompol Tri Wiratmo, SP mengaku menyesal dan aksinya hanya kebetulan saja, namun polisi tak begitu saja percaya. Kini Kompol Tri bersama tim sedang melakukan upaya pengembangan karena kasus pelecehan di kawasan Prawirotaman tercatat lebih dari dua kali terjadi sepanjang beberapa bulan terakhir.

“Tersangka ini rumahnya di Seyegan, jauh dari kota jadi ada indikasi dia sengaja ke Prawirotaman untuk melakukan. Kita juga dalami termasuk arah pada pelaku yang menggunakan motor jenis RX-King beberapa waktu lalu. Tetap kita kenakan pasal 281 KUHP tentang pelanggaran kesusilaan dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan di tempat terbuka,” sambung Kapolsekta Mergangsan.

Selain terancam hukuman kurungan, SP yang tercatat masih aktif sebagai guru pun dipastikan kehilangan pekerjaan sebagai pengajar. Ia pun harus mempertanggungjawabkan secara moral kelakuannya tersebut pada istri dan seorang anak yang telah dimiliki.

Aksi 'Remas' Organ Vital Marak, Kelainan Apa Ya?

Kasus remas payudara di jalan banyak terjadi saat ini, dan pelaku banyak mengaku tidak mempunyai rencana melakukan aksi cabul tersebut. Seperti yang terjadi belum lama di wilayah kampung turis 'Prawirotaman' banyak bule cewek merasa resah takut mendapat perlakuan tidak terpuji tersebut.

Apakah perilaku ini bisa dikategorikan kelainan jiwa? berikut pendapat psikolog seperti dikutip dari situs dosenpsikologi.com.

Menurut teori psikologi kepribadian, dijelaskan beberapa kepribadian-kepribadian pada manusia yang mana memiliki karakteristik dan ciri-cirinya masing masing. Salah satu jenis kepribadian yang ada adalah kepribadian impulsif. Yang dimaksud dengan impulsif dalam istilah psikologi adalah menunjukkan pada individu yang terlibat serta melibatkan diri ke dalam bentuk reaksi perilaku yang mana dilakukannya tanpa adanya pemikiran terlebih dahulu. Sehingga dapat dikatakan jika perilaku nya tersebut terjadi secara tidak sadar atau refleksi.

Individu tersebut tidak akan mampu dalam mengendalikan ataupun menekan hasrat dalam dirinya untuk merespon rangsang yang ada. Mereka secara tak sadar akan lebih mengedepankan naluri semata saja dibandingkan dengan pemikiran yang ada. Dirinya terdorong untuk melakukan sesuatu yang memiliki kecenderungan yang mana mengarah dalam sebuah perbuatan.

Individu dengan kepribadian impulsif terkadang tidak menyadari namun perilaku nya tersebut akan menjadi perilaku sadar yang mana tidak bisa dikendalikan oleh dirinya sendiri. Impulsif membuat individu akan cenderung reaktif pada rangsang tanpa didasarkan pemikiran relatif serta koreksi diri.

Sehingga dirinya akan sangat sulit untuk berdiskusi meskipun dengan dirinya sendiri ataupun diskusi secara personal. Hal ini lah yang mencirikan jika individu tersebut memiliki EQ ( tingkat pengendalian emosi ) yang rendah meskipun kecerdasan intelektualnya (IQ) cukup tinggi.

Kepribadian impulsif yang termasuk ke dalam jenis-jenis kepribadian dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang mana dapat berubah secara tiba-tiba bahkan diluar rencana. Atau dapat pula dikatakan sebagai sebuah sikap yang mana dilakukan tanpa adanya alasan yang kuat. Bahkan pada umumnya, sikapnya tersebut tergolong irrasional. (*)

 


BERITA TERKAIT