Aksi Remas Payudara di Jalanan, Ini Kata Psikolog
KRJOGJA.COM | 17/07/2019 17:35
Aksi Remas Payudara di Jalanan, Ini Kata Psikolog

YOGYA, KRJOGJA.com - Dua berita besar terkait aksi remas payudara di jalanan, terjadi di Yogyakarta. Korban yang pertama adalah turis wanita berkebangsaan asing dan korban lainnya, seorang mahasiswi. Pelaku yang berbeda tersebut mengaku tidak mempunyai rencana melakukan aksi cabul tersebut. Seperti yang terjadi belum lama di wilayah kampung turis 'Prawirotaman' banyak bule cewek merasa resah takut mendapat perlakuan tidak terpuji tersebut.

Apakah perilaku ini bisa dikategorikan kelainan jiwa? berikut pendapat psikolog seperti dikutip dari situs dosenpsikologi.com.

Menurut teori psikologi kepribadian, dijelaskan beberapa kepribadian-kepribadian pada manusia yang mana memiliki karakteristik dan ciri-cirinya masing masing. Salah satu jenis kepribadian yang ada adalah kepribadian impulsif. Yang dimaksud dengan impulsif dalam istilah psikologi adalah menunjukkan pada individu yang terlibat serta melibatkan diri ke dalam bentuk reaksi perilaku yang mana dilakukannya tanpa adanya pemikiran terlebih dahulu. Sehingga dapat dikatakan jika perilaku nya tersebut terjadi secara tidak sadar atau refleksi.

BACA:

Remas 'Anunya' Bule Cewek, Pak Guru Olahraga Akui Khilaf
Sengaja Incar 'Remas' Bule Cewek, Ini Alasan Pelaku

Individu tersebut tidak akan mampu dalam mengendalikan ataupun menekan hasrat dalam dirinya untuk merespon rangsang yang ada. Mereka secara tak sadar akan lebih mengedepankan naluri semata saja dibandingkan dengan pemikiran yang ada. Dirinya terdorong untuk melakukan sesuatu yang memiliki kecenderungan yang mana mengarah dalam sebuah perbuatan.

Individu dengan kepribadian impulsif terkadang tidak menyadari namun perilaku nya tersebut akan menjadi perilaku sadar yang mana tidak bisa dikendalikan oleh dirinya sendiri. Impulsif membuat individu akan cenderung reaktif pada rangsang tanpa didasarkan pemikiran relatif serta koreksi diri.

Sehingga dirinya akan sangat sulit untuk berdiskusi meskipun dengan dirinya sendiri ataupun diskusi secara personal. Hal ini lah yang mencirikan jika individu tersebut memiliki EQ ( tingkat pengendalian emosi ) yang rendah meskipun kecerdasan intelektualnya (IQ) cukup tinggi.

Kepribadian impulsif yang termasuk ke dalam jenis-jenis kepribadian dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang mana dapat berubah secara tiba-tiba bahkan diluar rencana. Atau dapat pula dikatakan sebagai sebuah sikap yang mana dilakukan tanpa adanya alasan yang kuat. Bahkan pada umumnya, sikapnya tersebut tergolong irrasional. (*)


BERITA TERKAIT