Investasi Bodong Muncul Lagi, Waspada Jika Terima Penawaran Ini
KRJOGJA.COM | 17/07/2019 12:15
Investasi Bodong Muncul Lagi, Waspada Jika Terima Penawaran Ini

SLEMAN,KRJOGJA.com - Masih ada orang yang tergiur dengan iming-iming dari pihak yang mengaku sebagai investasi. Namun akhirnya harus gigit jari lantaran dana yang disetorkan justru harus menghilang tanpa bisa kembali.

Untuk waspadai hal ini, Direktur Reskrimum Polda DIY, Kombes Pol Hadi Utomo meminta kepada masyarakat untuk cerdas dalam berinvestasi. Jangan sembrono dan tergiur mendapatkan profit tinggi dan flat.

Baca juga: Objek Wisata Favorit Masih Aman Meski Bali Diguncang Gempa

"Investasi ilegal atau bodong memiliki ciri khas dapat dilihat legalitas perusahaan. Karena lembaga yang bisa mengumpulkan uang harus memiliki izin khusus dari menteri keuangan, perbangkan, lembaga jasa keuangan dan lainnya," kata Utomo kepada wartawan saat jumpa pers kasus investasi bodong di Mapolres DIY. Selasa (16/07/19).

Ciri lain dari investasi bodong, lanjut Utomo, marketing selalu menawarkan produk-produk dengan memberikan profit yang lebih tinggi dari bunga bank. Itu patut diduga investasi tersebut tidak aman.

"Kalau ada yang menawarkan kerjasama dengan profit di atas 50 persen, saya selalu bilang tidak ada perusahaan yang memberikan begitu besar dalam waktu yang singkat," tegasnya.

Seperti Diberitakan sebelumnya, PT. KAS (inisial) menawarkan profit tinggi dalam bentuk kerjasama obat-obatan herbal diduga melakakukan investasi bodong. Polda DIY menyelidiki laporan ratusan warga Yogya yang mengaku menjadi korban kasus investasi bodong itu. Berdasarkan laporan ke polisi, mengklaim merugi senilai total Rp 9 miliar.

"Kiranya ada 350 orang di Yogyakarta yang menjadi korban. Oleh karena itu, manakala ada yang merasa dirugikan, silahkan membuat laporan polisi atau datang ke polda DIY,"pungkasnya. (Ive)

KRJogja.com


BERITA TERKAIT