Penderita HIV/AIDS di Pati Melonjak, Pemkab Didesak Bertindak
KRJOGJA.COM | 16/07/2019 12:39
Penderita HIV/AIDS di Pati Melonjak, Pemkab Didesak Bertindak

PATI, KRJOGJA.com - Jumlah penderita Hiv/Aids (ODHA) di wilayah kabupaten Pati terus bertambah. Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Pati selama sepuluh tahun terakhir ada 1.463 penderita. Dari jumlah tersebut ada 171 orang meninggal dunia termasuk penambahan 71 orang selama Januari hingga Mei 2019.

Baca juga: Kloter 29 SOC Diberangkatkan, Satu Sakit Ditunda

Sekretaris KPA Pati, Hery Supriyono SSOs mengatakan, selama rentang tahun 1996 hingga 2019 tingkat kematian ODHA tertinggi terjadi pada tahun 2017. Tercatat ada 172 kasus. Dan jumlah kematian mencapai 32 orang.
  
"Yang tertinggi dari kalangan pekerja swasta, tercatat 25 orang. Urutan kedua, kalangan pekerja seks komersial (PSK) 13 kasus dan ketiga ibu rumahtangga ada 8 kasus. Ini kondisi yang sangat memprihatinkan. Kasus HIV/AIDS Kabupaten Pati berada di urutan empat terbanyak di Jawa Tengah" tambahnya lagi.

Ketua LBH Bhakti Anak Negeri, Dr Agung Widodo SSos SH MH, menegas harus ada upaya paksa dari pihak pemkab untuk segera menutup lokasi tempat penjaja seks komersial. Selain itu, penerapan pasal 506 KUHP, yakni tertulis "barang siapa menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita dan menjadikan pencarian, diancam 1 tahun penjara, juga dianggap terlalu ringan" ujarnya, Minggu (14/7). 

Berdasar survey yang pernah dilakukan LBH Bhakti Negeri, tuturnya, penyebab berkembangnya penyakit Hiv/Aids di Pati, disebabkan faktor ekonomi. "Faktor utamanya, karena mencari duit. Banyak perempuan nakal luar kota, sekarang menyerbu wilayah Pati" ucap Agung Widodo dengan nada prihatin. (Cuk)

KRJogja.com


BERITA TERKAIT