Bupati Karanganyar Didesak Menutup Warung Kuliner Daging Anjing
KRJOGJA.COM | 19/06/2019 09:00
Bupati Karanganyar Didesak Menutup Warung Kuliner Daging Anjing
Audiensi Pemkab dengan aktivis pemerhati binatang terkait ironi penjualan daging anjing. (Foto:Abdul Alim)

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Pemerintah daerah didesak menutup usaha kuliner bermenu daging anjing. Dalam catatan Animal Friends Jogja koalisi Dog Meat Free Indonesia, jumlah anjing dibantai mengejutkan.

"Untuk memenuhi konsumsi daging anjing di Soloraya, sebanyak 13 ribu ekor anjing didatangkan dari Jawa Timur dan Jawa Barat. Caranya dibantai secara sadis. Dikonsumsi di 82 warung yang tersebar di Solo dan sekitarnya," kata Program Manager Animal Friends Jogja koalisi Dog Meat Free Indonesia, Angelina Pane usai beraudiensi dengan Bupati Juliyatmono di ruang Garuda kompleks Setda Karanganyar, Senin (17/6).

 BACA: Populasi Sudah 'Over' di Boyolali, Kucing dan Anjing Disterilisasi

Dalam audiensi itu, para aktivis meminta bupati menutup warung-warung penjual daging anjing di Karanganyar. Menurut catatannya, Karanganyar termasuk wilayah penyedia kuliner tersebut dengan jumlah anjing dibantai mencapai 42 ekor perhari. 

Angelina memaparkan bahaya penyakit rabies pada konsumen serta penyakit zoonosis dari infeksi mikroorganisme. Ia menyebut, stop penjualan daging anjing akan mempercepat pencapaian Indonesia bebas rabies pada 2020. Tanpa kuliner ekstrem itu, ciitra daerah diyakininya ikut membaik.

"Berdasarkan investigasi, anjing dari Jatim dan Jabar yang dikirim ke Soloraya itu peliharaan orang. Banyak yang diambil paksa atau malah dicuri. Pemiliknya diintimidasi agar mau menyerahkan,” katanya.

Gerakan yang dimulainya tahun 2014 lalu, menyasar komitmen pemerintah daerah. Melalui kebijakan bupati/walikota, diharapkan mampu memutus mata rantai perdagangannya.

Aktivis dibuat terkesan dengan pernyataan Bupati Karanganyar Juliyatmono. Tanpa banyak berkomentar, orang nomor satu di Pemkab Karanganyar itu memutuskan warung-warung tersebut akan ditutup. Sebagai gantinya, akan didampingi mengganti menu.

BACA: Seminggu Tak Keluar Kamar, Penghuni Kost Ditemukan Tewas

“Sangat mengejutkan dan mengapresiasi pernyataan tegas bupati. Ini akan menjadi pelopor seluruh Jawa Tengah. Baru Karanganyar yang dengan tegas menindaknya. Bahkan menutup warungnya,” katanya.

Kabid Peternakan Dinas Perikanan dan Peternakan Karaganyar, Siti Sofiyah mengatakan 21 warung penjualan daging anjing berada di Gondangrejo, Colomadu, Jaten, Kebakkramat dan Matesih. "Anjing bukan bahan makanan. Kita akan mengusulkan raperda pelarangan penjualan kuliner itu. Selama ini masih sekadar mengecek sampel otak anjing dari warung itu, untuk mengetahui aspek kesehatan. Hasilnya, belum ada yang positif rabies,” katanya. (Lim)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT