Pelamar RSUD Bung Karno Membludak, Dokter Spesialis Nihil
KRJOGJA.COM | 14/06/2019 13:59
Pelamar RSUD Bung Karno Membludak, Dokter Spesialis Nihil

SOLO, KRJOGJA.com - Pelamar untuk mengisi berbagai formasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bung Karno yang bakal beroperasi mulai 17 Agustus depan membludag hingga melebihi perkiraan. Namun, dari ribuan pelamar yang telah dinyatakan lolos seleksi administrasi, formasi dokter spesialis nihil peminat.

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo Kamis (13/6) mengungkapkan kekosongan pelamar untuk formasi dokter spesialis sebagai hal yang wajar karena PemkotSolo sebagai pemilik RSUD Bung Karno memang tidak mampu menjanjikan gaji besar, sebagaimana rumah sakit swasta pada umumnya.

Baca juga: Mahasiswa Diharapkan Siap Hadapi Kemajuan Teknologi Industri

Kendati begitu, pria yang akrab disapa Rudy ini, akan berupaya keras untuk mendapatkan dokter spesialis dengan cara melakukan pendekatan personal. Operasional RSUD Bung Karno untuk melayani rakyat dalam bidang kesehatan, sehingga memerlukan dedikasi cukup tinggi.

Hal serupa, tambah Rudy, pernah pula terjadi menjelang operasional RSUD Ngipang beberapa tahun lalu. Ketika dibuka lowongan, tak ada dokter spesialis berminat mengajukan lamaran.   "Akhirnya kami merayu beberapa dokter spesialis agar mau bekerja di RSUD Ngipang," ujarnya sembari menyebut gaji yang ditawarkan memang relatif kecil, tetapi ada sisi lain yang menjadi kekuatan, yaitu pengabdian kepada rakyat.

Hingga masa pendaftaran calon opegfaai RSUD Bung karno di tutup, tercatat sekitar 1.600 pelamar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi untuk memperebutkan 160 formasi. Tahap berikutnya, mereka akan menjalani tes tertulis dan psikhotes yang akan digelar 15 Juni ini. Pelamar yang dinyatakan lolos ujian tertulis dan psikhotes, diwajibkan mengikuti tes wawancara yang dijadwalkan berlangsung 4 Juli, sedangkan pengumuman hasil akhir dilaksanakan pada 11 Juli mendatang. (Hut)

KRJogja.com


BERITA TERKAIT