Dari Dalam Sel Bisa Pemerasan Seksual, Aksi Napi Ini Bikin 'Takjub'
KRJOGJA.COM | 27/05/2019 15:29
Dari Dalam Sel Bisa Pemerasan Seksual, Aksi Napi Ini Bikin 'Takjub'

SEMARANG, KRJOGJA.com - Aksi pemerasan dan pelecehan seks yang dilakukan Irvan Abrianto (34) terhadap wanita kenalan barunya membuat geleng kepala. Sebab, Irvan, meski berada di dalam LP, sebagai napi kasus perzinahan dengan ponsel/video call,tapi mampu memperdaya korban lain jenisnya. Salah satu korban IR,wanita 30 tahun asal Jateng menderita kerugian sedikitnya Rp 50 juta.

Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jateng, AKBP Agung Prabowo pada gelar kasus, Jumat(24/5) menjelaskan keberhasilan napi itu lewat medsos tidak lepas akal bulus dan kelicikannya. Bahkan,Irvan, meski hidup di dalam LP Riau kepada korban yang menghambakan suami mengaku sebagai anggota Polri. Karena terbuai omongan 'buaya darat", IR sampai rela melepas baju dan lewat video call lekuk tubuh sampai kemaluan direkam sang napi. Dan,video porno itu oleh Irvan dijadikat alat memeras korban tersebut.

Baca juga: WIPI Baksos Dukung Pariwisata Yogya

"Pelaku cara memeras dengan mengancam akan menyebar video korban wanita yang bugil",ungkap  Agung Prabowo.

Pemuda asal  Kuantan Singingi, Riau, ditangkap setelah ia bebas dari tahanan di Lapas Klas IIB Bangkinang, Riau. Terbongkarnya ulah Irvan yang meringkuk di LP  bermula dari laporan korban, IR (30) yang merasa  ditipu oleh seseorang laki-laki yang dikenalnya melalui media sosial Facebook bernama Yonbrimob Gegana (Apek).

Korban IR, meski belum bertemu muka tertarik, apalagi napi itu mengaku anggota Polri. Mereka,berdua terlibat  asmara dan pelaku menjanjikan akan menikahi korban. Percakapan Facebook itu berpindah ke media perpesanan WhatsApp.

"Kemudian melakukan video call berulang  kali. Pelaku terus membujuk rayu hingga korban membuka dan memperlihatkan alat kelaminnya dan secara diam-diam adegan tersebut direkam oleh tersangka tanpa sepengetahuan korban", ucapnya.

Namun, Irvan dengan merekam tubuh korban mempunyai tujuan lain. Yakni,untuk memeras. Irvan meminta sejumlah uang dan mengancam akan menyebarkan video tersebut jika permintaan pelaku tidak dipenuhi. Komunikasi tersebut berlangsung sejak bulan November 2018.

Walau,telah mendaptkan uang puluhan juta dari korban,namun Irvan tetap menyebarkan video porno. "Video  korban IR sudah disebarkan tersangka di grup Facebook Berita Demak dan beberapa teman Facebook korban",tambahnya.

Korban yang merasa dijadikan sapi perahan dan menanggung malu tidak terima pada 15 Maret lalu lapor polisi. Dari hasil pelacakan ternyata pelaku berada di Riau. Kemudian, petugas Subdit V Cybercrime meluncur ke Riau guna mencari keberadaan tersangka.

"Sesampai di Riau pelaku ternyata berada didalam tahanan, Kami kemudian berkoordinasi dengan KA Lapas setempat dan memastikan masa tahanan pelaku yang berakhir pada Senin (6/5)", kisahnya sambil menyinggung pelaku dibekuk sekeluar dari LP. Tersangka yang dimungkinkan dalam aksinyan banyak menelan korban wanita terus diboyong dan dijebloskan ke dalam sel Polda Jateng.

Penyidik selain mengamankan terangka,juga menyita barang bukti 3 telepon seluler, sejumlah kartu ATM, dan sim card. Akibat ulahnya, tersangka dijerat Pasal 45 ayat 1 jo pasal 27 ayat 1 dan pasal 45 ayat 4 jo pasal 27 ayat 4 UURI no. 19 tahun 2016 berikut perubahannya pada UURI no. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan atau denda Rp 1 miliar.(Cry)

KRJogja.com


BERITA TERKAIT