Ketua PP Muhammadiyah: Tak Ada Waktu Lagi Terlibat Pada Urusan yang Kontraproduktif
KRJOGJA.COM | 21/05/2019 12:31
Ketua PP Muhammadiyah: Tak Ada Waktu Lagi Terlibat Pada Urusan yang Kontraproduktif

YOGYA, KRJOGJA.com - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. Haedar Nashir mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menyerahkan proses perhitungan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) secara konstitusional profesional berdiri tegak di atas konstitusi, prinsip kejujuran dan transparan.

"Tidak ada waktu lagi kita berlama-lama terlibat pada urusan-urusan yang kontraproduktif dan saatnya kita maju membangun Indonesia yang maju dan rukun," kata Haedar Nashir kepada wartawan usai peresmian peletakan batu pertama SD Muhammadiyah Kraton, Minggu (19/05/2019). 

Baca juga: Pemudik Diprediksi Serbu Jalan Tol Trans Jawa

Secara tidak langsung, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat proses pemilu yang masih berlangsung untuk menyerahkan kepada KPU dan Bawaslu menjalankan fungsinya secara konstitusional profesional berdiri tegak di atas konstitusi dan prinsip kejujuran serta transparan.

"Kami juga berharap rakyat menyerahkan proses hasil itu untuk menjadi keputusan bersama. Muhammadiyah selalu mengajak jangan sampai mengalami disintegrasi Nasional," tambahnya.

Lebih dari itu, lanjut Haedar, tanggung jawab elit termasuk para anggota partai politik di masyatakat, agar membawa bangsa ini bisa menyelesaikan masalah besar yang ada di depan. Oleh karena itu, pihaknya berharap permasalahan yang belum rampung dituntaskan seperti Pemilu menjadi tonggak demokrasi.

"Saya percaya kepada rakyar. Jiak dilihat di sekeliling itu mereka sudah menjalani kehidupan sehari hari dengan biasa lagi. Tentu Muhammadiyah mengharapkan di kehidupan bangsa ini ada spiritualisasi Bangsa dan Negara. Jangan kembangkan pikiran-pikiran ekstrim dan radikal baik yang membawa pikiran lain yang bertentangan dengan pancasila maupun menjadi faktor memperlemah daya tahan keunggulan bangsa," pungkasnya. (Ive)

KRJogja.com


BERITA TERKAIT