Mitra Pengemudi Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Grab Nonaktifkan Akun
KRJOGJA.COM | 16/05/2019 11:36
Mitra Pengemudi Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Grab Nonaktifkan Akun
Pengendara GrabBike mengendarai sepeda motornya di Jakarta, Indonesia, 24 Juli 2017. Perusahaan Softbank Jepang dan perusahaan papan atas China Didi Chuxing menuangkan 2 miliar dolar AS ke aplikasi transportasi se-Asia Tenggara . AP/Tatan Syuflana

JAKARTA, KRJOGJA.com - Manajemen Grab menyesalkan dugaan pelecehan seksual oleh mitra pengemudi Grab yang dilaporkan pada 12 Mei 2019 dan sudah langsung menindaklanjuti laporan pelapor berdasarkan SOP/prosedur perusahaan. 

"Sesuai dengan kebijakan kami, Grab tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk tindak kekerasan dan pelecehan, maka kami telah menonaktifkan akun mitra pengemudi tersebut segera setelah mendapat laporan guna menginvestigasi dugaan yang dituduhkan," kata  Head of Public Affair Grab Indonesia, Tri Sukma Anreianno sebagaimana keterangan persnya.

BACA JUGA :

Pelecehan Seksual oleh Mitra Grab, Begini Komentar Komnas Perempuan

Grab, kata Tri Sukma juga telah berkomunikasi dengan penumpang yang bersangkutan dan menawarkan pendampingan bebas biaya dari Yayasan Pulih yang direkomendasikan oleh Komisi Nasional Anti-Kekerasan Terhadap Perempuan (Komnas Perempuan). 

"Komnas Perempuan merupakan lembaga negara hak asasi manusia yang khusus bermandatkan penghapusan kekerasan terhadap perempuan. Grab juga siap bekerja sama dengan pemerintah maupun aparat berwenang untuk penanganan kejadian ini, termasuk jika penumpang yang bersangkutan ingin menempuh jalur hukum," ungkapnya.

Dia menambahkan dalam upaya untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan di platform kami, Grab telah aktif berkomunikasi dan menjalin kemitraan dengan Komnas Perempuan sejak akhir 2018 lalu untuk mendapatkan masukan-masukan strategis, dengan tujuan peningkatan komitmen Grab dalam pencegahan kekerasan seksual. Salah satunya adalah penandatanganan perjanjian kerja sama antara kedua pihak dalam memastikan adanya pendekatan komprehensif dari pencegahan dan penanganan kekerasan seksual, termasuk pelatihan bagi mitra pengemudi, peningkatan SOP/prosedur, pembekalan bagi internal perusahaan dan rekomendasi pendampingan.

"Keselamatan merupakan hal utama bagi Grab dan kami akan terus mengembangkan fitur teknologi keselamatan yang inovatif, melakukan seleksi yang ketat dan terus meningkatkan pelatihan dan edukasi bagi mitra pengemudi kami. Dengan demikian, keselamatan penumpang dan kualitas layanan kami diharapkan akan terus terjaga," tandasnya. (*)

KRJogja.com


BERITA TERKAIT