Pelajar 'Sambar HT' Terancam Buta, Polres Siap Bertanggungjawab
KRJOGJA.COM | 09/05/2019 13:16
Pelajar 'Sambar HT' Terancam Buta, Polres Siap Bertanggungjawab

PURWOREJO, KRJOGJA.com – Kasus pelajar putri menyambar HT polisi saat gelar Operasi Keselamatan Candi 2019 di Jalan Tentara Pelajar Kabupaten Purworejo dinilai sebuah peristiwa yang seharusnya tidak perlu terjadi.

“Kegiatn operasi itu sebenarnya hanya sekedar mengecek kelengkapan kendaraan saja, tidak mencari-cari. Sepanjang pengendara perlengkapannya lengkap tidak masalah,” kata Kepala Kepolisian Resot (Kapolres) Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong SH SIK MM, Selasa (7/5).

Baca juga: Kebun Teh Tegalsari Tingkatkan Pendapatan Warga

Namun demikian kasus yang menimpa korban Layla Fitri Ramadhani (16), pelajar SMP warga RT 03/RW 02 Desa Bedug Kecamatan Bagelen Kabupaten Purworejo ini menurut Indra Kurniawan Mangunsong, pihak kepolisian tetap akan bertanggungjawab. “Kami tetap akan bertanggungjawab, meskipun apa yang dilakukan petugas sudah sesuai prosedur,” tandasnya.

Diakui pula bahwa petugas yang membuat pelajar itu mengalami luka di bagian matanya, kini juga sudah diperiksa. “Propam Polda Jawa Tengah sudah turun. Yang bersangkutan juga kami bebas tugaskan dulu,” jelasnya.

Peristiwa ini berawal saat tim gabungan mengelar Operasi Keselamatan Candi 2019 di Jalan Tenatara Pelajar, tepatnya di persimpangan Lengkong Kelurahan Kledungkeradenan Kecamatan Banyuurip Purworejo.

Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong. (Foto: Gunarwan)

Saat itu korban yang berboncengan dengan temannya berusaha untuk dihentikan karena akan diperiksa kelengkapan berkendaraannya. Diduga karena kelengkapan berkendaraan tidak lengkap sehingga korban panik karena belum memiliki SIM. Saat dihentikan mencoba melarikan diri, saat itu tangan petugas yang memegang HT menyetop tapi disambar korban hingga terjatuh. 
“Jadi tidak ada unsur kesengajaan dari anggota kami,” jelas Indra Kurniawan Mangunsong.

Akibat kejadian itu korban mengalami kerusakan pada bagian mata, bahkan korban terancam menderita kebutaan permanen karena bola matanya rusak. (Nar)

KRJogja.com


BERITA TERKAIT