Provokasi Mengkhawatirkan, Intelektual Yogya Turun Tangan!
KRJOGJA.COM | 07/05/2019 12:05
Provokasi Mengkhawatirkan, Intelektual Yogya Turun Tangan!

SLEMAN, KRJOGJA.com - Akademisi dari perguruan tinggi di DIY, Senin (6/5/2019) berkumpul di Balairung UGM. Mereka menyampaikan pernyataan sikap setelah melihat dinamika yang terjadi pasca pemilu 17 April 2019 lalu. 

Pengamat politik UGM Arie Sudjito membuka dengan pernyataan bawasanya akademisi tak boleh tinggal diam dengan adanya upaya pihak-pihak yang menciptakan situasi provokasi seperti beberapa waktu terakhir. Menurut dia, akademisi harus ikut bertanggungjawab untuk mencegah karena selama ini ia menilai kaum intelektual hanya bertindak berdasar reaksi setelah terjadi sesuatu. 

Baca juga: Korupsi Tender MVPP PLN, KPK Didesak Periksa Jampidsus

“Saya katakan, akademisi harus turun tangan. Situasi belakangan ini sangat provokatif dan kami khawatir akan dibenturkan. Bila kaum menengah memobilisasi, mempropaganda tak mustahil akan membelah bangsa Indonesia. Para intelektual tak boleh hanya jadi pengamat tapi punya tanggungjawab moral turun tangan,” ungkapnya. 

Arie menilai apabila pencegahan tak dilakukan, kondisi terbelah bisa berkembang dan terjadi di tahun 2024 mendatang. “Kalau tak diselesaikan tuntas maka bisa berkembang di 2024. Ini jangan anggap situasi pemilu selesai dan normal. Harus dimulai sejak saat ini untuk persiapan 2024. Pendidikan politik kita belum usai, situasi yang terjadi saat ini karena selama ini kita membiarkan,” tegasnya.

Rektor UGM Prof Panut Mulyono, menyatakan bawasanya persatuan saat ini harus jadi hal yang diutamakan. Semua pihak menurut Panut harus menjaga persatuan kesatuan karena pemilu sudah berjalan baik hanya tinggal menunggu hasil penghitungan KPU. 

“Dalam proses itu kita ikut mengawasi, kalau ada kekeliruan dikoreksi kalau ada yang tidak puas ada prosedurnya. Kami ingin bangsa bersatu, kalau ada perbedaan bisa diselesaikan dengan cara konstitusional,” ungkap Panut. 

Sementara Rektor UNY Prof Sutrisno Wibowo yang juga hadir dalam deklarasi menyatakan dukungan penuh pada seruan moral tersebut. “Kami dari UNY mendukung penuh hal ini dan kami setuju di tingkat grassroot sudah beraktivitas seperti biasa. Kami satu kata mendukung persatuan dan kesatuan bangsa,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Wakapolda DIY Brigjen Pol Bimo Anggoro Seno, Danrem 072 Pamungkas Brigjen TNI Zamroni dan juga perwakilan KPU DIY dan Bawaslu DIY.  (Fxh)

KRJogja.com


BERITA TERKAIT