Bendungan Gondang Mulai Tergenang, Jokowi Optimistis Produktivitas Pertanian Bertambah
KRJOGJA.COM | 03/05/2019 11:04
Bendungan Gondang Mulai Tergenang, Jokowi Optimistis Produktivitas Pertanian Bertambah

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Presiden Joko Widodo beserta istri, Iriana, rombongan Kementrian PU dan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) melihat langsung proses penggenangan awal Bendungan Gondang, Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo, Kamis (2/5). Proses ini mengikuti selesainya pembangunan infrastruktur pertanian di atas lahan 96,25 hektare itu. 

"Bendungan Gondang telah selesai. Kemudian akan kita tutup salurannya (pintu air). Sehingga setelah (air) terkumpul, segera bisa mengairi 4.680 sawah di Karanganyar dan Sragen," kata Joko Widodo (Jokowi) dalam sambutannya di lokasi. 

Baca juga: 2020, UNBK SMAPPY Dilaksanakan 2 Sesi

Bendungan Gondang mampu menampung 9 juta meter kubik air di 36,1 hektare genangan. Fasilitas irigasi yang membendung Sungai Garuda ini dibangun sejak 2014 lalu oleh PT Waskita Karya di Desa Gempolan dan Ganten, Kecamatan Kerjo serta Desa Jatirejo, Kecamatan Ngargoyoso. 

Jokowi mengatakan, Bendungan Gondang selain bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian juga mengalirkan sumber air baku masing-masing sebesar 100 liter per detik, mereduksi debit banjir sebesar 639,2 meter kubik per detik dan menghasilkan listrik sebesar 0,33 mw, konservasi air (ground water recharge), destinasi wisata, dan sebagai kawasan konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Garuda.  "Mungkin panen yang biasanya sekali (setahun) bisa jadi dua kali, yang dua kali bisa tiga kali. Sehingga ini akan meningkatkan produksi kita," ujar dia.

Menurut Jokowi, saat ini Indonesia baru memiliki 231 bendungan. Itupun ditambah 49 bendungan yang dibangun dalam waktu lima tahun terakhir. Meski sudah ada tambahan 49 bendungan, namun baru 20 persen dari 11 persen kebutuhan air yang tercukupi.

Agar kebutuhan air bisa mencukupi, bisa dilakukan dengan cara membangun bendungan baru di tempat-tempat yang memiliki sungai dan tempat-tempat yang memiliki air. Selain bendungan Gondang, dalam waktu dekat in juga akan dibangun Bendungan Jelatah di Jatiyoso, Karanganyar. 

Terkait keterisian air Bendungan Gondang, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memproyeksikan bangunan penampungnya dipenuhi air pada Oktober 2019.
"Ini cukup besar based flow-nya, sekitar 2 meter kubik per detik. Jadi ini akan lebih cepat ngisinya, satu kali musim sudah penuh. Jadi mudah-mudahan tahun ini juga untuk Oktober sudah bisa penuh," katanya. 

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan aspek pariwisata Bendungan Gondang sedang dibahas bersama Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) dan Kementrian PU. 

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Karanganyar, Supramnaryo mengatakan pembangunan saluran irigasi sekunder ke tersier dari Bendungan Gondang,  masih berlangsung. Di Karanganyar, bendungan itu mengalir ke 300 hektare sawah atau 20 persen dari total seluruh sawah yang dialirinya.  "Dengan Waduk Gondang, nambah luas tanam dan sawah. Hasil pertanian kita bisa menyuplai 10 persen kebutuhan di Jawa Tengah. Sekarang mampu 330 ribu ton gabah per tahun," katanya. (Lim)

KRJogja.com


BERITA TERKAIT