Salah Alamat dan Mengganggu, Aksi di Kantor GOJEK Dilaporkan Warga
KRJOGJA.COM | 11/04/2019 16:00
Salah Alamat dan Mengganggu, Aksi di Kantor GOJEK Dilaporkan Warga

YOGYA, KRJOGJA.com - Warga Giwangan, Umbulharjo, melaporkan ke pihak Kepolisian karena kian resah terhadap aksi mogok makan yang dilakukan Front Independen Driver Online Indonesia (FI). Selain itu sebagian peserta aksi juga ternyata salah alamat karena merupakan mitra GRAB Indonesia.

Warga Mendungan, Giwangan, Umbulharjo, memutuskan untuk secara resmi melaporkan keresahannya atas aksi tersebut pada 10 April 2019. Dituangkan dalam surat resmi ditandatangani Ketua RT 31, Ketua RT 33, ketua RW 11, dan ditandantangi kelurahan Giwangan.

BACA JUGA :

GO JEK Buka Peluang Diskusi, Mitra Driver Tolak Aksi

Usai Grab, Go Jek Menjelma jadi Decacorn

”Untuk menjaga stabilitas warga dengan ini kami layangkan surat laporan kepada pihak kepolisian Umbulharjo untuk menindaklanjuti laporan kami sebagai warga Mendungan yang sudah merasa resah dengan seiring adanya aksi pendemo tersebut,” bunyi surat laporan tersebut dikutip Kamis (11/04/2019).

Surat yang ditujukan kepada Kapolsek Umbulharjo itu melaporkan bahwa kegiatan demonstrasi pengemudi online roda 4 di kantor GOJEK cabang Yogyakarta kian meresahkan.
Terlebih para peserta aksi membawa kendaraan pribadi yang diparkir di jalan Imogiri Timur dan sampai masuk ke dalam perkampungan warga sekitar. ”Sehingga mengganggu aktivitas warga.” 

Ketua RW 11 Ghufron saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Aksi mitra transportasi online itu dinilai mengganggu kenyamanan termasuk aktivitas ekonomi warga yang berdagang di pinggir jalan. Selain itu, warga kerap mengalami hal serupa sehingga memutuskan melaporkan aksi tersebut.

"Kami memutuskan melaporkan aksi tersebut Rabu (10/04/2019) karena menghalangi warga yang berdagang. Meski hak semua orang untuk menyampaikan aspirasi harusnya lebih memperhatikan kepentingan warga," katanya.

Dia menjelaskan meski terbilang tertib, harusnya koordinator aksi bisa meminta izin pemilik lahan lain guna memarkirkan kendaraan agar lebih tertata. Bahkan, pada aksi serupa lainnya deretan kendaraan yang terparkir sudah memasuki gang yang terbilang sempit sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas.

Sebelumnya, mitra pengemudi GOJEK yang tidak ikut serta aksi juga menyampaikan keresahan karena berpotensi mengganggu aktivitas kerja harian.  Paguyuban Gojek Jogja (Pagoja) termasuk yang bersuara menyatakan keberatan terhadap aksi tersebut karena bisa mengganggu mata pencaharian keluarga para mitra lain yang jauh lebih banyak jumlahnya.
Selain itu, sebagian peserta aksi juga ternyata salah alamat. Demo di GOJEK namun bukan mitra aplikator Indonesia itu.

Presiden FI, Sabar M.S alias Sabar Gimbal, misalnya memang merupakan mitra pengemudi aktif. Namun merupakan mitra PT Solusi Transportasi Indonesia yang merupakan entitas GRAB di Indonesia.
Sabar juga secara terang-terangan menunjukkan akun aktifnya sebagai mitra GRAB saat aksinya direkam dalam sebuah video.(Tom) 

KRJogja.com


BERITA TERKAIT