Jokowi Ingatkan Pentingnya Jaga Kerukunan
KRJOGJA.COM | 04/04/2019 11:52
Jokowi Ingatkan Pentingnya Jaga Kerukunan

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menghadiri peringaran Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW tingkat kenegaraan di GOR Pandawa, Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Rabu (03/04/2010). Ribuan orang hadir dalam kegiatan yang mengambil tema Meneguhkan Semangat Moderasi Beragama dalam Berkebangsaan.

Joko Widodo hadir dengan didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo bersama cucu Jan Ethes. Hadir pula beberapa menteri, gubernur dan pejabat daerah lainnya. Memberikan uraian hikmah Isra Mi'raj adalah Pengasuh Pondok Pesantren Al Muayyad, Kartasura, Sukoharjo KH M Dian Nafi.

Baca juga: Kalah dari Valencia, Zidane Pikirkan Madrid Musim Depan

Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, momen Isra Mi'raj adalah saat Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah salat. Salat sendiri adalah untuk melindungi dari sikap keji dan mungkar.

Momen Isra Mi'raj digunakan untuk meningkatkan komitmen persaudaraan sesama muslim maupun umat manusia. Dia meminta agar masyarakat mewaspadai media sosial. Masyarakat harus bisa menyaring semua informasi yang diterima. Sebab sekarang sering ditemukan kabar tidak benar atau hoax yang bisa memicu perpecahan.

"Terpenting sekarang bagaimana bersama bisa menjaga kerukunan dalam keberagaman dan keagamaan. Jangan mudah terpecah hanya karena hoax," ujarnya.

Lukman melanjutkan, Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Untuk itu, Menag mengajak agar memberikan contoh pada masyarakat Global. "Indonesia cinta perdamaian. Artinya jadi masyarakat yang adil, toleran, dan tidak bersifat ekstrim," lanjutnya.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengatakan,  Indonesia adalah negara besar yang memiliki 269 juta penduduk. Selain itu, ada 714 suku. Semuanya harus menjaga kemajemukan tersebut. Jangan mudah untuk terpecah belah apalagi saat ini memasuki tahun politik.

Kerukunan dalam keberagaman wajib dilakukan oleh setiap orang agar tidak muncul perpecahan. Terlebih lagi perpecahan itu muncul hanya karena beda pilihan politik.

"Beda pilihan bupati, gubernur, presiden menjadi ribut, pecah dan tidak rukun. Saya ingin menguatkan jangan sampai karena peristiwa politik kita ini terpecah," ujarnya.

Joko Widodo mengatakan, selama ini dia banyak melihat hubungan persaudaraan yang retak lantaran perbedaan politik. Pihaknya meminta agar setiap warga bisa menjaga ukhuwah. Joko Widodo mengatakan, saat ini banyak orang menjadi politikus baik di warung Kopi, Warung Bakso, dan lain sebagainya.

"Mereka kadang-kadang melebihi politikus sendiri. Harus jaga persatuan kita sebagai bangsa yang besar. Jadi rugi besar bangsa ini kalau pecah," lanjutnya. (Mam)

KRJogja.com


BERITA TERKAIT