Di Papua Bisa Sistem Noken, Mengapa Suara Pesantren Tak Diwakilkan Kyai?
KRJOGJA.COM | 25/03/2019 15:50
Di Papua Bisa Sistem Noken, Mengapa Suara Pesantren Tak Diwakilkan Kyai?
Suasana dialog meningkatkan partisipasi masyarakat di Auditorium RRI Gejayan. (Foto:Harminanto)

SLEMAN, KRJOGJA.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus berusaha mendorong keikutsertaan Warga Negara Indonesia (WNI) dalam pemilihan umum (pemilu) 17 April 2019 mendatang untuk memenuhi target 77,7 persen. Berbagai upaya dilakukan diantaranya melalui sosialisasi di berbagai lokasi dengan menggandeng berbagai pihak salah satunya media seperti yang dilaksanakan di RRI Yogyakarta, Senin (25/3/2019). 

Kegiatan yang dikemas dengan bentuk dialog ini menghadirkan Ketua Divisi Sosialisasi KPU DIY Ahmad Sidqi, Anggota Bawaslu DIY Amir Nashiruddin serta perwakilan Polda DIY. Perbincangan menarik pun tersaji di mana Sidqi sempat mengemukakan bahwa DIY menjadi daerah nomor dua tertinggi partisipasi pemilihnya pada pemilu 2014 setelah Papua.   

BACA JUGA: Pemkab Sragen Protes Kalender Prabowo-Sandi, Ternyata Ini Pemicunya

Sidqi menjelaskan di Papua, tingkat keikutsertaan pemilu mencapai 100 bahkan 102 persen di beberapa kabupaten. Hal tersebut menurut dia karena adanya sistem pemilu khusus Noken yang dijalankan di Papua. 

“Di beberapa wilayah di Papua, suara masyarakat bisa diwakilkan ketua adat yang sebelumnya melakukan musyawarah. Suaranya sah, tiap warga diakomodasi sesuai jumlah dwn dihitung sesuai surat suara,” ungkapnya. 

BACA JUGA: Ritual Selametan Puser Bumi Diharapkan Mampu Membawa Kesejukan Jelang Pemilu

Muncul pertanyaan dari peserta, apakah sistem serupa bisa diberlakukan di DIY yang memiliki banyak pesantren. Pasalnya di pesantren ada sosok Kiyai yang juga dinilai bisa mewakili suara santri. 

Menanggapi hal tersebut, Sidqi pun menjelaskan bawasanya sistem Noken merupakan kekhususan yang dimiliki Papua layaknya keistimewan di DIY. Sistem tersebut tak boleh diaplikasikan di wilayah lain termasuk di Pondok Pesantren sekalipun yang memiliki kyai sebagai sosok dipercaya. 

Baca selengkapnya di KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT