Gugatan Cerai di Perbatasan Klaten - Boyolali Meningkat
KRJOGJA.COM | 21/03/2019 16:17
Gugatan Cerai di Perbatasan Klaten - Boyolali Meningkat

KLATEN, KRJOGJA.com - Angka perceraian di Kabupaten Klaten cukup tinggi. Pada tahun 2019, hingga 18 Maret sudah tercatat sebanyak 512 gugatan perceraian. Dari jumlah tersebut, mayoritas yang mengajukan gugatan cerai merupakan perempuan.

Penyebab gugatan antara lain perselisihan dan pertengkaran yang terus menerus, meninggalkan salah satu pihak dan nuzuz yakni perempuan yang meninggalkan suaminya. Demikian dikatakan Ketua Pengadilan Agama Kelas IB Klaten, Dr Agus Yunih SH MHI.

Baca juga: Seluruh Korban Meninggal Banjir dan Longsor Bantul Ditemukan

Agus Yunih menjelaskan pada tahun 2018 total jumlah perkara yang masuk sebanyak 2.180 perkara, dari jumlah tersebut sebanyak 1.994 berupa gugatan dan sisanya sebanyak 186 perkara permohonan. Sedangkan dari 1.994 gugatan tersebut terdiri dari perkara cerai gugat (CG) yang mengajukan pihak isteri sebanyak 1.377 dan cerai talak (CT) yang mengajukan pihak suami ada 557 perkara.

Dijelaskan, masih di tahun 2018 sebanyak 1994 perkara penyebabnya dirinci akibat perselisihan terus menerus sebanyak 854 kasus, meninggalkan salah satu pihak ada 535 perkara dan karena nuzus akibat isteri meninggalkan suami ada 321 kasus, serta karena masalah ekonomi ada 284 kasus. Sedangkan untuk perkara permohonan meliputi itsbat nikah, perwalian anak, dispensasi nikah anak di bawah umur, sengketa ekonomi syariah dan penetapan wali adol atau permohonan penetapan wali nikah karena orang tuanya tidak mau menikahkan anaknya.

Sekretaris Pengadilan Agama  Kelas IB Klaten, Wardoyo SE menambahkan sesuai data yang ada kasus gugatan perceraian akhir-akhir ini banyak diajukan warga Klaten yang berbatasan dengan Kabupaten Boyolali. Penyebabnya, karena pihak perempuan sekarang banyak yang bekerja di perusahaan yang ada di Kabupaten Boyolali sehingga secara ekonomi lebih mampu dan akhirnya menggugat cerai suaminya.

Meski demikian setiap kasus cerai gugat dan cerai talak yang masuk, Pengadilan Agama Klaten selalu melakukan mediasi agar jangan sampai terjadi perceraian. Dari mediasi tersebut ada juga pihak isteri yang mengajukan cerai gugat dan pihak suami yang mengajukan cerai talak akhirnya bisa rukun kembali. (Sit)

KRJogja.com


BERITA TERKAIT