Kominfo Panggil Facebook
KRJOGJA.COM | 19/03/2019 10:46
Kominfo Panggil Facebook
Ilustrasi Facebook. (AP Photo/Richard Drew)

JAKARTA, KRJOGJA.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) berencana untuk memanggil Facebook terkait video penembakan masjid di Selandia Baru yang tersiar secara langsung. Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kemkominfo Ferdinandus Setu mengatakan Facebook seharusnya memiliki tim yang berdedikasi untuk mengawasi konten yang disiarkan langsung.

"Yang selama ini kami minta itu  self filtering dan self blocking. Kami diharapkan dia punya banyak tenaga  yang harus memantau fitur siaran langsung," ujar pria yang kerap disapa Nando ini.

Baca juga: Konsumsi Elpiji Nonsubsidi di DIY Meningkat

Kendati demikian, Nando belum memastikan kapan pertemuan antara Kominfo dan Facebook akan dilakukan. Berkaca pada kasus Bigo Live, Nando mengatakan Bigo Live memiliki 20 orang pegawai di Indonesia yang melakukan pengawasan langsung ke konten-konten yang diunggah ke live streaming.

Apabila konten tersebut melanggar aturan, maka konten tersebut bisa dengan cepat dihapus dari siaran langsung. Pemblokiran cepat ini tidak dilakukan oleh Facebook ke video penembakan.

Video berdurasi 17 menit ini bahkan masih dibagikan ulang dan disebarkan ke berbagai platform media sosial selain Facebook seperti, Instagram, Twitter, YouTube. (*)

KRJogja.com


BERITA TERKAIT