Dikaitkan Penembakan di Selandia Baru, Donald Trump Geram
KRJOGJA.COM | 19/03/2019 10:42
Dikaitkan Penembakan di Selandia Baru, Donald Trump Geram
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Reuters

WASHINGTON DC, KRJOGJA.com - Presiden Donald Trump, Senin (18/3/2019) mengeluhkan berita media nasional AS yang menyalahkannya atas serangan mengerikan di Selandia Baru. Ia pun menyampaikan kekesalannya di Twitter.

"Mereka harus bekerja sangat keras untuk membuktikannya. Sangat konyol!" bunyi cuitan Trump.

Baca juga: UMY Perkenalkan Makanan dan Budaya Internasional

Trump tampaknya sangat marah karena kantor-kantor berita utama AS melaporkan pelaku penembakan, Brent Harris Tarrant membuat manifesto. Di mana dirinya mengaku sebagai supremasi kulit putih Australia.

Manifesto tersebut membuat serangan di Selandia Baru membuat anggapan Trump sebagai "simbol identitas kulit putih yang baru dengan tujuan yang sama" , "meskipun ia tidak mendukung kebijakan Trump.

Ditanya hari Jumat setelah serangan apakah ia melihat peningkatan nasionalisme kulit putih, Trump mengatakan, "Menurut saya tidak. Saya kira itu sekelompok kecil orang yang punya masalah sangat serius."

Presiden Trump mengutuk serangan itu dan menyampaikan dukungan bagi Selandia Baru. Namun ia belum mengomentari motif Tarrant yang didakwa melakukan serangan itu, pandangan rasis dan kebenciannya pada para imigran dan Muslim.

Gedung Putih juga menyangkal upaya apapun yang menghubungkan Trump dengan Tarrant.

Penasihat Gedung Putih Kellyanne Conway Senin pagi bersikeras Presiden Donald Trump mengecam kata-kata laki-laki bersenjata dalam serangan masjid Selandia Baru yang menewaskan 50 orang selama sholat Jumat dengan mengklaim presiden "berkali-kali mengecam fanatisme."

Trump mendapat kecaman dari sejumlah media dan Kongres selama akhir pekan karena meremehkan ancaman nasionalisme kulit putih.

Setelah serangan itu, Trump menyampaikan simpati kepada para korban, tetapi tidak membesar-besarkan ancaman nasionalisme kulit putih, dengan mengatakan ia tidak menganggapnya meningkat.

Tetapi data menunjukkan ancaman nasionalisme kulit putih meningkat baik di AS maupun di luar negeri. (*)

KRJogja.com


BERITA TERKAIT