Kalahkan Istri Sendiri, Marwan Pulang Digendong Warga
KRJOGJA.COM | 15/03/2019 11:36
Kalahkan Istri Sendiri, Marwan Pulang Digendong Warga

KLATEN, KRJOGJA.com - Sebanyak 269 desa di Klaten Rabu (13/3) menggelar Pilkades serentak. Hiruk pikuk pesta demokrasi mewarnai hampir di seluruh pelosok Klaten. Kendati demikian, secara umum Pilkades berjalan lancar dan aman.

Dikarenakan aturan baru tidak membolehkan adanya calon tunggal, sejumlah calon kades terpaksa menyiasati dengan mencari rival dari keluarganya. Diantaraya adalah Kades terpilih Desa Temuwangi, Kecamatan Pedan, Marwan Tujiarto. Calon yang memenangkan pemilihan untuk periode jabatanya yang ketiga tersebut berhadapan dengan istrinya, Nur Safitri. Namun demikian, saat pencoblosan, Nur Safitri tidak naik pentas. Dengan ketidakhadiran istrinya tersebut, secara otomatis Marwan memenangkan pemilihan.

Baca juga: Industri Film Nasional Butuh Perhatian Pemerintah

Usai penghitungan suara dan dinyatakan menang, Marwan langsung sujud syukur, lalu mendapat kejutan tumpeng ulang tahun dari warganya. Selanjutnya Marwan digendong warga menuju rumahnya yang berjarak sekitar satu kilometer.

Ketua Pantia Pilkades Temuwangi, Paimin Supomo dan Ketua BPD Temuwangi Purnadi mengemukakan, pemilih yang hadir sebanyak 1. 850 Orang. Suara sah 1.505, dan suara tidak sah 345 suara. Suara tidak sah, karena calon nomor 01 tidak manggung sehingga suara yang didapatkan dinyatakan tidak sah. Selain itu juga karena salah coblos, tidak dicoblos atau dicoblos dua duanya.

Di tempat lain, Pilkades Desa Cokro, Kecamatan Tulung, Klaten berjalan kondusif. Dari hasil rekap surat suara dimenangkan calon nomor urut 1, Heru Budi Santoso, dengan total 592 suara. 

Baca juga: Maret, Intensitas Hujan Masih Tinggi

Heru Budi Santoso berhasil mengalahkan petahana nomor urut 2, Sutiyanto, yang hanya mendapatkan 360 suara. Dalam Pilkades di Desa Cokro jumlah kandidat yang maju ada empat. Sedangkan calon nomor urut 3, Teguh Yulianto, mendapat 25 suara. Sementara nomor urut 4, Puryanto, memperoleh 7 suara.  "Ini kemenangan masyarakat Desa Cokro yang menginginkan adanya perubahan. Saya akan mengabdi demi kesejahteraan dan kemajuan desa," ujar Heru Budi Santoso.

Bupati Klaten Sri Mulyani berpesan kepada seluruh kandidat yang menang untuk tetap menjaga kerukunan warga. Selanjutnya, pemenang harus berkunjung ke calon yang kalah agar tetap terjalin silaturahmi.  "Agenda Kamis (14/3), calon kepala desa yang menang wajib mengunjungi ke kediaman calon yang kalah. Mereka akan didampingi Muspika," kata Sri Mulyani.(Sit/Lia) 

KRJogja.com


BERITA TERKAIT