KPU Bantul Coret 7 WNA dari DPT
KRJOGJA.COM | 14/03/2019 10:00
KPU Bantul Coret 7 WNA dari DPT
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arif Budiman (kedua kanan) menunjukan surat suara saat menggelar Simulasi pencoblosan Surat Suara Pemilu 2019 di halaman parkir kantor KPU, Jakarta, Selasa, 12 Maret 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

BANTUL, KRJOGJA.com - Pasca Bawaslu Bantul menemukan beberapa Warga Negara Asing (WNA) yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP), KPU Kabupaten Bantul melakukan pencoretan tujuh orang WNA yang masuk dalam DPTHP. Pencoretan dilakukan setelah pihaknya melakukan klarifikasi di lapangan mengenai keberadaan WNA ini.

Komisioner KPU Bantul Arif Widayanto menuturkan dari hasil klarifikasi dan verifikasi di lapangan ada delapan orang WNA yang memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK). Dari sekian ini, satu di antaranya ternyata tidak masuk dalam DPT sehingga yang dicoret ada tujuh orang WNA.  

BACA JUGA: Satpol PP Siagakan 6.094 Linmas Hadapi Pemilu

Dari tujuh orang WNA ini mereka berkebangsaan Malaysia, Jepang, Amsterdam (Belanda) dan Amerika. Ketujuh orang WNA tersebut empat orang di antaranya tinggal di Kecamatan Banguntapan, dua orang di Kecamatan Kasihan dan satu orang tinggal di Kecamatan Kretek.

"Mereka tinggal di Bantul menetap dan berkeluarga dengan warga Bantul. WNA tidak memiliki hak pilih. Teknis proses pencoretan akan dilakukan setelah keluar berita acara dan sebagainya," jelas Arif.

Arif menegaskan masuknya WNA ke DPTHPbukan berarti pantarlih lalai, namun ia beranggapan panjangnya proses pembentukan DPT dimungkinkan menjadi salah satu faktor WNAdapat masuk ke DPTHP.

BACA JUGA: Rutan Bantul Siapkan TPS

"Ini proses panjang dan melibatkan semua pihak. Saringan pertama dari petugas pantarlih, kemudian olah data dari PPS. Ketika proses dilakukan tentunya juga melibatkan teman-teman pengawas pemilu. Proses coklit, penyusunan DPS, DPSHP, DPT, DPTHP1 dan DPTHP2. Semua terbuka dan menerima tanggapan dari masyarakat. Saat ini yang kami lakukan kalau belum sempurna akan segera diperbaiki," jelasnya. (Aje)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT