19 Truk Rokok Ilegal Rp 11 M Dimusnahkan
KRJOGJA.COM | 30/01/2019 09:00
19 Truk Rokok Ilegal Rp 11 M Dimusnahkan

KUDUS, KRJOGJA.com - Sebanyak 19 truk rokok ilegal seberat 23 ton dimusnahkan Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus, Selasa (29/1). Barang milik negara yang dimusnahkan berupa 15.334.194 batang rokok jenis Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Rokok Tangan (SKT). Selain itu berupa 194 kilogram kertas etiket, 16.839 pita cukai palsu, 1.184 kilogram tembakau iris, serta 33 unit alat pemanas dan dua rol kertas cigarette typping paper (CTP).

Baca juga: Pemkab Sukoharjo Beri Kemudahan, Baru Lima Desa Lunas PBB

Pemusnahan barang bukti secara simbolis dilakukan dengan cara dibakar, dipimpin oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Bea dan Cukai Jawa Tengah dan DIY, Parjiya didampingi Kepala KPPBC Kudus Iman Prayitno, anggota Komisi XI DPR RI M Fathan, Bupati Kudus Muhammad Tamzil, serta unsur Forkompimda Kudus. Sisa barang rokok ilegal lain diangkut 19 truk untuk dimusnahkan dengan cara ditimbun kotoran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tanjungrejo Jekulo.

“Rokok ilegal dimasukkan  dalam lubang besar dan diaduk dengan kotoran menggunakan alat berat eskavator,” ujar Kepala KPPBC Cukai Tipe Madya, Iman Prayitno.

Baca juga: Angin Kencang Mengancam, DLH Bantul Pangkas Pohon di Jalur Strategis

Semua yang dimusnahkan merupakan barang bukti hasil penindakan Bea Cukai Kudus selama periode April hingga Desember 2018 dengan 40 surat bukti penindakan (SBP). Nilai barang yang dimusnahkan sebesar Rp 11,04 miliar, dengan kerugian negara yang berhasil diselamatkan sekitar Rp 7,2 miliar. Penindakan dan pemusnahan ini diharapkan dapat menimbulkan efek jera.

Kepala Kantor Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY, Parjiya menambahkan, jika dilihat dari hasil penindakan kantor wilayah (Kanwil) nasional selama 2018, jumlahnya cenderung naik. Dari 2017 kurang dari 300 penindakan, menjadi 462 penindakan selama 2018.

“Untuk Jateng-DIY sekitar 30 kasus naik ke pengadilan (P-21). Kanwil Kudus menyumbang 23 kasus,” ungkapnya.

Sementara terkait pemusnahan rokok ilegal, bertujuan menurunkan dan menekan tingkat peredaran barang kena cukai (BKC) ilegal. Penindakan rokok ilegal berdampak pada kenaikan penerimaan cukai.

Bupati Muhammad Tamzil mendukung penuh upaya KPPBC Kudus melakukan pemberantasan rokok ilegal. “Sebagian Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) nanti akan dialokasikan selain untuk kesehatan, juga untuk kepentingan pendidikan, infrastruktur dan pemberantasan cukai,” katanya. (Trq)

KRJogja.com


BERITA TERKAIT