Kekeringan Panjang, Krisis Air Bersih di Sleman Meluas
KRJOGJA.COM | 05/11/2018 16:10
Kekeringan Panjang, Krisis Air Bersih di Sleman Meluas
Warga mengantre air bersih gratis yang didistribusikan dari BPBD Kota Bandar Lampung di kepada warga Jalan Arief Rahman Hakim Gang Djaya Wayhalim, Bandar Lampung, Lampung, 15 September 2017. Sejak tiga bulan terakhir sejumlah mata air di daerah tersebut mengalami krisis air bersih karena dampak kekeringan akibat dilanda musim kemarau. ANTARA/Ardiansyah

SLEMAN, KRJOGJA.com - Sejumlah sumur milik warga di Kabupaten Sleman mulai mengering. Hal ini sebagai imbas dari kemarau panjang yang terjadi di wilayah Sleman dan sekitarnya.

Seperti yang terpantau di Desa Pandowoharjo Kecamatan Sleman. Setidaknya 20 Kepala Keluarga (KK) mulai krisis air bersih. Hal ini terjadi sekitar sebulan terakhir.

"Ini baru kali air sumur benar-benar habis. Sebelumnya meskipun kemarau, tidak mempengaruhi debit air sumur. Warga lalu berupaya dengan menyewa pompa dan menyedot air dari sungai yang jaraknya sektiar 500 meter dari rumah warga," ujar Sunardiyono warga setempat, Jumat (2/11/2018).

BACA JUGA: Krisis Air Bersih Terus Meluas, Solusi dari Pemerintah Ditunggu

Air hasil pompa tersebut lalu di tempatkan pada dua tandon dengan volume masing-masing 5.300 liter.

Hal serupa juga dirasakan di Kecamatan Kalasan. Debit air sumur milik warga juga mulai berkurang. Bahkan ada yang benar-benar habis. Guna memenuhi kebutuhan air bersih, warga mengandalkan air PAM yang alirannya juga tidak lancar.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan membenarkan tentang mulai berkurangnya debit sumur warga. Bahkan debit sumur di kantor BPBD Sleman juga berkurang drastis. Namun, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, pada November dasarian I ini akan mulai turun hujan.

BACA JUGA: Hujan Dirindukan, Beberapa Daerah Kesulitan Air Bersih

"Sampai saat ini status kemarau di Sleman masih tetap aman. Tidak sampai pada dikeluarkan darurat bencana kekeringan," ungkapnya.

Terkait permintaan air bersih, dijelaskan Makwan, terbesar di Kecamatan Prambanan. Tepatnya di Dusun Kikis Desa Sambirejo. "Semua RW di Dusun Kikis sudah kita beri air bersih. Karena sejak pertengahan kemarau, di sana memang sudah terkendala air bersih," tegasnya. (Awh)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT