Kekeringan di Gunungkidul, Warga Jual Jati dan Ternak untuk Beli Air Bersih
KRJOGJA.COM | 01/11/2018 09:05
Kekeringan di Gunungkidul, Warga Jual Jati dan Ternak untuk Beli Air Bersih
Droping air alumni SMPN 2 Playen di Girisubo. (Foto : Dedy EW)

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Musim kemarau yang masih terjadi membuat masyarakat di Kecamatan Girisubo harus menjual pohon jati. Bahkan hewan ternak kambing terpaksa dijual untuk memenuhi kebutuhan air bersih, karena dari pihak kecamatan untuk pelaksanaan droping air sudah habis anggarannya.

“Warga sudah membeli air tangki sejak Juli lalu. Sampai sekarang masih karena hujan belum turun. Apapun dijual untuk bisa memenuhi kebutuhan pokok air bersih,” kata Warga Tileng, Girisubo Gandi Suwarno usai menerima bantuan air bersih dari Alumni SMPN 2 Playen, Selasa (30/10/2018).

BACA JUGA: Harga Hijauan Makanan Ternak di Gunungkidul Naik

Diungkapkan air memang kebutuhan yang cukup vital, bahkan sampai sekarang sudah membeli sekitar 20 tangki karena keluarga besar dan juga memiliki hewan ternak. Masyarakat Tileng harus membeli air dengan harga Rp 110.000 per tangkinya.

Camat Girisubo, Agus Sriyanto menuturkan sebanyak 8 desa di Girisubo seluruhnya mengalami kekeringan cukup parah karena selama 9 bulan terakhir tidak ada hujan deras. Wilayah Girisubo memang terletak di wilayah yang termasuk yang pertama mengalami kemarau panjang. "Total ada 82 dusun yang mengalami kesulitan air bersih,” jelasnya.

BACA JUGA: Petani Gunungkidul Dapat Bantuan Benih dan Traktor

Sementara itu alumni SMPN 2 Playen 1984 Kolonel Inf Nurwahyu Widodo SE menambahkan, bantuan air bersih di Tileng, Girisubo diharapkan mampu meringankan beban masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan bersama alumni yang mengetahui masih terjadi kekeringan di Gunungkidul.

“Hasil dana yang terkumpul bisa menyalurkan sebanyak 100 air tangki di Desa Tileng, Girisubo. Mudah-mudahan memberikan manfaat,” imbuhnya. (Ded)

KRJOGJA.COM


BERITA TERKAIT