Hoax Medsos Jadi Penyebab Rendahnya Peserta Imunisasi MR di Kota Palu
SULTENGRAYA.COM | 07/09/2018 11:10
Hoax Medsos Jadi Penyebab Rendahnya Peserta Imunisasi MR di Kota Palu
Asisten 1 Sekda Kota Palu, Rifani Pakamundi bersama Kadis Kesehatan Kota Palu memperhatikan penjelasan Kepala kantor Unicef Makassar dan Maluku, Henky Widjaya, terkait vaksinasi MR. Foto: Amiluddin

SULTENG RAYA- Kepala kantor Unicef Makassar dan Maluku, Henky Widjaya menuturkan, bahwa rendahnya capaian pelaksanaan Imunisasi vaksin Measles Rubella (MR) di Kota Palu, disebabkan oleh informasi hoax yang terus menerus diterima oleh masyarak, terutama melalui media sosial.

Perlu diketahui, hingga tanggal 5 September 2018, capaian pelaksanaan imunisasi vaksin MR di Kota Palu baru mencapai 27,5 persen, angka tersebut masih sangat jauh dari target yang ada, bahkan angka itu adalah angka yang paling buncit diantara angka capain kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.

Yang tertinggi saat ini masih dipegang oleh kabupaten Morowali 96,8 persen, menyusul Kabupaten Banggai Kepulauan 71,4 persen, Kabupaten Banggai 66 persen, Kabupaten Morowali Utara 62,3 persen, Kabupaten Poso 59,7 persen, Kabupaten Dongga 58,1 persen, Kabupaten Boul 54,3 persen, Kabupaten Touna 52,8 persen.

BACA JUGA:

Berikutnya Kabupaten Sigi 50,4 persen, Kabupaten Parigi Moutong 49,1 persen, kabupaten Banggai laut 44,1 persen, kabupaten Tolitoli 35,5 persen, dan terakhir Kota Palu 27,5 persen.

Ia berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terlebih jika informasi tersebut disebar luaskan ke sesama pengguna media sosial. Salah satu yang paling diminta untuk bijak menggunakan media sosial adalah Aparat Sipil Negara (ASN).

“Informasi negatif akibat vaksinasi MR itu hanyalah informasi hoax, itu sudah ditelusuri. Namun itu yang terus disebarluaskan ke sesama pengguna media sosial, saya harap kita harus lebih bijak dalam menggunakan media sosial,”kata Henky, saat melakukan kunjungan dan mengevaluasi perkembangan vaksinasi MR di Kota Palu bersama Unicef Perwakilan Indonesia Mr Xia Wei, Kamis (6/9/2018).

Sekaligus melakukan rapat koordinasi dengan Asisten 1 Sekda Kota Palu, Rifani Pakamundi dan Kepala Dinas Kesehatan, Royke Abraham serta Kepala Dinas Pendidikan, Ansar Sutiadi.

Dia berharap kampanye vaksin MR di Kota Palu perlu terus digalakkan. Mengingat seriusnya ancaman dampak kesehatan anak jika tidak mendapat vaksin. Terlebih saat ini sudah ada keputusan MUI Pusat terkait status hukum vaksin MR yakni mubah.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kota Palu Royke Abraham menyampaikan, untuk mengejar ketertinggalan capaiaan pelaksanaan Imunisasi Vaksin MR tersebut, adalah dengan menjalin kerjsama dengan Dinas Pendidikan Kota Palu, sebab sasaran utama imunisasi vaksin MR ini adalah anak usia sekolah 5 hingga 15 tahun.

Di tempat yang sama, Kadis Pendidikan Kota Palu, Ansyar Sutiadi menyampaikan jika pihaknya sudah berupaya, bahkan sudah mengeluarkan surat edaran sejak keluarnya fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 tentang status hukum mubah vaksin MR, yang ditujukan kepada semua pimpinan satuan pendidikan dibawah binaan Dinas Pendidikan Kota Palu.

BACA JUGA: Miris, SD Marena Kekurangan Ruangan Kelas

Namun disisi lain, sekolah juga tidak bisa melakukan pemaksakan kepada peserta didiknya untuk divaksin tanpa seizin orang tua peserta didik. Sebab jika dilakukan pemaksaan, maka sekolah akan berhadapan dengan orang tua peserta didik. “Perlu diketahui, terkait idiologi itu sangat sulit, bahkan orang bisa melakukan apa saja jika itu terkait idiologi, dan itulah yang terjadi saat ini,”kata Ansyar Sutiadi.

Namun kondisi tersebut kata Ansyar, tidak harus berputus asa, harus terus dilakukan kampanye dan pendekatan kepada peserta didik dan terlebih pada orang tua peserta didik, mengingat ini berkaitan dengan kualitas kesehatan generasi bangsa. AMI

SULTENGRAYA.COM


BERITA TERKAIT