Gunakan Jasa “Joki” Untad Diskualifikasi Satu Peserta UTBK SBMPTN 2021
SULTENGRAYA.COM | 14/04/2021 23:04
Gunakan Jasa “Joki” Untad Diskualifikasi Satu Peserta UTBK SBMPTN 2021
SBMPTN

SULTENG RAYA – Universitas Tadulako (Untad) menemukan salah seorang peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), menggunakan jasa Joki untuk mengisi jawaban ujian yang tengah berlangsung di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Palu.

Panitia berhasil mengamankan barang bukti berupa gawai, baju kaos, dan headset yang sudah dimodifikasi.

Peserta berinisial VO (18) itu ditemukan oleh salah seorang pengawas ruangan yang mencurigai gerak-gerik yang bersangkutan, selama ujian badannya selalu bergerak ke kiri dan kekanan.

Saat diperiksa panitia, VO ditemukan menggunakan baju kaos dalam warna hitam yang sudah didesain, dan disesuaikan agar kamera gawai bisa menyorot soal yang tertera pada layar monitor komputer, sehingga peserta cukup menunggu arahan telepon dari “Joki” yang sudah tersambung melalui gawai.

Wakil Rektor Bidang Akademik Untad, Dr. Lukman Nadjamuddin, M.Hum didampingi Kepala Biro Akademik Kemahasiswaan dan Perencanaan Untad, Dr. Munari, ST.,SH., MM, dan Koordinator Pelaksana UTBK, Dr. Yutdam Mudin,SSi.,M.Si, memastikan peserta tersebut diskualifikasi dari Peserta UTBK SBMPTN Tahun 2021, karena terbukti melakukan pelanggaran dan kecurangan dalam UTBK.

Setelah sebelumnya, yang bersangkutan dilaporkan ke Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

“Dari hasil diskusi pihak Untad dan LTMPT terkait kasus kecurangan tersebut, maka diputuskan bahwa yang bersangkutan didiskualifikasi sebagai peserta UTBK SBMPTN tahun 2021,” ujar Lukman Nadjamuddin, Selasa (13/4/2021).

Padahal kata Lukman Nadjamuddin, Pedoman Operasional Baku (POB) UTBK SBMPTN Tahun 2021, telah melarang peserta membawa masuk gawai demi ketertiban ujian yang sedang berlangsung, namun VO secara sembunyi-sembunyi membawa gawai masuk dalam ruangan UTBK.

Untuk itu kata Lukman, diharapkan kepada seluruh tim pengawas agar lebih teliti dan cermat dalam memeriksa peserta sebelum masuk ke ruangan UTBK, sehingga tidak terjadi lagi hal seperti itu.

“Saya berharap, para peserta yang akan mengikuti UTBK pada sesi selanjutnya agar melakukan persiapan secara serius, dengan belajar lebih tekun, tanpa menempuh cara yang illegal atau melibatkan pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggungjawab, seperti joki,”harap Lukman.

Diketahui peserta atas nama VO tersebut, mengambil tes masuk perguruan tinggi di Untad dengan pilihan S1 Akuntansi di Universitas Hasanudin, Makassar.

sultengraya.com


BERITA TERKAIT