Selama Ramadhan, THM di Morut Dilarang Beroperasi
SULTENGRAYA.COM | 14/04/2021 14:58
Selama Ramadhan, THM di Morut Dilarang Beroperasi
Petugas Sat Pol PP menyegel tempat hiburan malam yang tidak memiliki ijin usaha dikawasan jalan Taman Mini 2, Makasar, Jakarta Timur, 17 Juni 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

SULTENG RAYA – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Morowali Utara, Buharman Lambuli menegaskan pihaknya akan menindak tegas usaha Tempat Hiburan Malam (THM) atau Cafe yang berani beraktivitas selama bulan ramadhan.

Langkah tegas yang dimaksudnya tersebut adalah pencabutan izin usaha THM. Bahkan kedepan tidak diberikan kesempatan kepada pemilik yang melanggar itu untuk kembali mengajukan permohonan usaha yang sama di Kabupaten Morowali Utara.

 

“Surat edaran kita sudah sampaikan ke semua THM, kalau melanggar kita akan tindak tegas dengan mencabut izinnya,” jelasnya, Selasa (13/4/2021).

Buharman menyebutkan, sedikitnya terdapat sembilan usaha THM beroperasi di Kabupaten Morowali Utara yang tersebar di Kecamatan Lembo dan Kecamatan Petasia.

“Ada di Beteleme dan Petasia. Sampai hari ini sudah tutup semua berdasarkan laporan pemilik usaha tersebut. Untuk memastikan sudah tutup atau belum, kami akan patroli mengecek langsung ke lokasi,” ujarnya. 

Penutupan THM tersebut berdasarkan Surat Edaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali Utara Nomor: 100/ 2 /Kesra/IV/2021 tentang penertiban aktivitas usaha selama bulan suci Ramadhan tahun 1442 H/2021 Masehi yang isinya menertibkan Cafe atau tempat hiburan malam agar tidak melaksanakan aktivitas baik pada siang maupun malam hari selama bulan suci Ramadhan. 

Dalam edaran itu juga disebutkan Pemkab Morowali Utara, menertibkan pemilik rumah atau warung makan untuk tidak membuka atau menjual makanan pada siang hari dengan ketentuan bisa membuka setengah pintu rumah makan atau warung seperti hari-hari biasanya dan tidak mempertontonkan makanan secara umum.

Kemudian kata Buharman, setelah pukul 16.00 WITA rumah atau warung makan diperbolehkan membuka pintu seperti biasanya.

“Bagi warga yang tidak menjalankan ibadah puasa diimbau untuk tidak merokok, makan dan minum di tempat umum. Pedagang kaki lima pada siang harus  menutup jualannya dengan tirai,” sebutnya.

Dia menambahkan, seluruh masyarakat diimbau agar tetap menjaga dan memelihara keamanan dan ketertiban serta tetap mematuhi protokol kesehatan dan senantiasa meningkatkan kerukunan antar umat beragama di lingkungannya masing-masing. 

sultengraya.com


BERITA TERKAIT