Ketua KPU Parigi Moutong Dianiaya Caleg, Disatroni di Rumahnya pada Dini Hari
SULTENGRAYA.COM | 21/05/2019 14:44
Ketua KPU Parigi Moutong Dianiaya Caleg, Disatroni di Rumahnya pada Dini Hari

SULTENG RAYA – Ketua KPU Parigi Moutong (Parmout) Abdul Chair menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum caleg dari Partai Hanura berinisial AA bersama timnya.

Peristiwa itu terjadi di rumah pribadi Abdul Chair di Desa Torue Kecamatan Torue, Senin (20/5/2019) dini hari, sekira pukul 01.00 Wita. Akibat penganiayaan tersebut, Abdul Chair mengalami memar dibagian kepala dan gigi nyaris rontok.

Dikonfirmasi, Abdul Chair membenarkan peristiwa tersebut. Dikatakannya, penganiayaan terjadi sekitar pukul 01.00 Wita saat dirinya hendak beristirahat di kediamannya bersama keluarga.

BACA: Polisi Patroli di KPU dan Bawaslu

Kemudian kata dia, terdengar pintu diketuk kurang lebih empat kali, mulai dengan cara pelan-pelan hingga dengan cara kasar. Sehingga, dirinya yang sudah mempunyai firasat, langsung meminta istrinya membuka pintu dan mengatakan kepada oknum caleg dan timnya, bahwa dirinya tidak berada di rumah.

“Pintu diketuk awalnya pelan, lama-lama ditola-tola kayak dipaksa. Akhirnya saya mengintip dijendela, dan orang pertama saya lihat Erwin Lakaseng karena terkena cahaya lampu. Terus saya intip lagi dijendela yang satunya, saya liat ada mobil Pak Haji. Jadi saya kasih tahu Maitua (istri), bahaya saya ini karena ada Pak Haji dengan timnya diluar. Saya sudah ada firasat, makanya saya bilang Maitua bilang saja saya tidak ada. Karena mobil saya parkir dirumah ipar saya didekat kantor Camat Torue,” ungkapnya menceritakan kembali kronologis kejadian saat dihubungi Sulteng Raya via telpon genggamnya.

Istri Abdul Chair pun membuka pintu dan mendapati oknum caleg berinisial AA. Saat itu, AA sempat bertanya keberadaan Abdul Chair, dan dijawab sang istri bahwa suaminya (Abdul Chair) tidak berada ditempat.

AA tidak mempercayai jawaban tersebut, ia pun langsung memaksakan diri masuk ke rumah bersama tiga orang lainnya. AA langsung mencari Abdul Chair dan menemukannya di gudang.

Usai menemukan Abdul Chair di gudang, AA langsung menariknya ke ruang tamu.

Saat itu juga kata Abdul Chair, AA langsung melakukan tindakan kekerasan dengan cara mencekik, menyandarkan tubuhnya ke dinding dan tiga orang lainnya langsung membabi buta menghadiahinya dengan pukulan. Bahkan, parahnya lagi kepalanya ikut dibenturkan kedinding.

“Istri saya waktu buka pintu, langsung ditanya dengan nada keras mana suamimu, suami itu kurang ngajar. Istri saya bilang ada ke Parigi. Pak haji bilang, bohong kau sana mobilnya dia simpan disamping kantor Camat, mobilnya sudah kami kasih hancur. Pak Haji dan tiga lainnya langsung menerobos masuk, dia dapat saya di gudang. Langsung dia bilang kau kenal saya? Terus dia tarik saya ke ruang tamu, disana saya langsung dicekik dan dipukul sampai gigi saya goyang serta dibenturkan ke dinding kepala saya, berdasarkan visum ada memar,” cerita Abdul Chair.

Abdul Chair menambahkan, dirinya baru dapat menyelamatkan diri ketika istrinya mempertanyakan mengapa mereka melakukan tindakan tersebut, dan sang istri langsung merangkul. Melihat ada peluang untuk menyelamatkan diri, Abdul Chair lari keluar melewati pintu depan yang saat itu terbuka lebar.

“Saya keluar tanpa menggunakan baju, teriak minta tolong sama masyarakat setempat, yang saat itu berada diluar rumah. Tetapi, tidak ada yang memberikan pertolongan, karena mereka menyampaikan berita hoaks bahwa saya melakukan tindakan pemerkosaan, jadi jangan ditolong,” kata dia.

Dia mengaku, baru merasa aman ketika berlari menuju rumah ponakannya yang berjarak kurang lebih 500 meter dari kediamannya. Tak berapa lama, pihak Kepolisian langsung mengamankan AA bersama timnya ke kantor Polsek Torue, dan ia melakukan serangkaian visum sebanyak dua kali di Puskesmas Torue dan RSUD Anuntaloko Parigi.

“Pak haji dengan ponakan saya sempat berdebat, karena mereka berkeras saya melakukan pemerkosaan. Jadi saya tetap dikejar ke rumah itu, katanya saya tidak dipukul. Masyarakat yang sudah tahu kebenaranya sudah mulai panas, karena tahu yang sebenarnya. Akhirnya Polisi datang mengamankan mereka ke Polsek Torue,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Parmout AKBP Zulham Efendi Lubis yang ditemui Sulteng Raya mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan pemeriksaan terhadap empat orang terduga pelaku pemukulan, untuk mendalami kasus tersebut.

Zulham mengatakan belum bisa menyimpulkan apa latar belakang peristiwa itu, sebab saat ini polisi sedang memproses kasus tersebut.

BACA: Kantor KPU dan Bawaslu Dijaga Ketat

Menurut dia, terkaitan kebenaran apakah korban dipukul, secara fisik terlihat demikian. Hanya saja, guna memastikan hal itu harus menunggu hasil visum. Apalagi, ada penyangkalan dari yang diduga melakukan tindakan kekerasan tersebut.

“Empat pelaku itu berinisial AA merupakan oknum Caleg, EK, MA dan HL. Mereka ini yang masuk kedalam rumahnya, sekitar pukul 01.00 WITA menjelang sahur,” jelasnya, Senin (20/5/2019).

Baca selengapnya di SULTENGRAYA.COM


BERITA TERKAIT