Gugat Jokowi Karena Aksi Penjarahan Pasca Gempa, 9 Pengusaha Palu Rugi Rp 1,2 - 33 Miliar
SULTENGRAYA.COM | 02/04/2019 18:40
Gugat Jokowi Karena Aksi Penjarahan Pasca Gempa, 9 Pengusaha Palu Rugi Rp 1,2 - 33 Miliar
MAJELIS hakim (tengah) saat menghadirkan para penggugat (kiri) dan pihak tergugat (kanan) dalam sidang perdana gugatan perdata di PN Palu, Senin (1/4/2019). FOTO: ANDI NURHIDAYAT

SULTENG RAYA – Digugat sembilan pengusaha di Palu, Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi, yang merupakan salah seorang tergugat dalam kasus gugatan perdata belum menghadiri sidang perdana dengan agenda mediasi di Pengadilan Negeri (PN) Palu, Senin (1/4/2019).

sembilan pengusaha di Palu yang mengalami penjarahan saat bencana gempa, tsunami dan likuifaksi pada 28 September lalu, menggugat Presiden Jokowi beserta sejumlah menteri dan kepala lembaga.

Akibat penjarahan itu, para pengusaha mengaku mengalami kerugian materiil senilai Rp87,377 miliar. Sementara kerugian immateril berupa hilangnya rasa aman dan nyaman dalam berusaha serta trauma psikis ditaksir senilai Rp5 miliar untuk masing-masing pengusaha yang menggugat.

BACA JUGA: Bawaslu Sulteng Urutan Pertama Lakukan Penindakan Pidana Pemilu

Gugatan tersebut resmi didaftarkan dengan perkara Perbuatan Melawan Hukum (PMH) oleh penguasa sebagaimana dalam pasal 1365 KUH Perdata.

Perkara itu sendiri telah teregister dengan Nomor: 21/Pdt.G/2019/PN Pal, di Pengadilan Negeri (PN) Palu.

Para penggugat yang dimaksud adalah, Direktur PT Bumi Nyiur Swalayan, Alex Irawan dengan total kerugian Rp33 miliar lebih, Direktur Utama PT Varia Kencana, Laksono Margiono dengan total kerugian Rp5 miliar lebih, Direktur PT Aditya Persada Mandiri, Muhammad Ishak dengan total kerugian Rp1 miliar lebih, Direktur CV Manggala Utama Parigi, Jusuf Hosea dengan total kerugian Rp12 miliar lebih.

Selanjutnya, Direktur CV Ogosaka, Agus Angriawan dengan total kerugian Rp22 miliar, Donny Salim dari Centro Grosir Elektronik total kerugian Rp5 miliar, Iwan Teddy dari Swalayan Taman Anggrek sebesar Rp1,4 miliar, Sudono Angkawijaya dengan total kerugian Rp4,5 miliar dan Akas Ang dari Kelapa Toserba dengan total kerugian Rp1,2 miliar.

Dalam gugatannya, ketua tim kuasa hukum penggugat, Muslimin Mamulai meminta, agar majelis hakim menerima dan mengabulkan gugatan untuk seluruhnya.

BACA JUGA:

“Menghukum para tergugat secara tanggung renteng untuk membayar ganti rugi materil dan immateril kepada masing-masing penggugat dengan sejumlah uang secara tunai, seketika dan sekaligus dan menyatakan putusan dapat dijalankan terlebih dahulu, meskipun ada upaya hukum verzet banding dan kasasi,” jelasnya.YAT

Baca selengkapnya di SULTENGRAYA.COM


BERITA TERKAIT