Kota Palu Alami Krisis BBM dan Krisis Semen
SULTENGRAYA.COM | 22/11/2018 12:40
Kota Palu Alami Krisis BBM dan Krisis Semen
Kebutuhan Bensin Saat Lebaran Diprediksi Naik 5 Persen

SULTENG RAYA – Kota Palu, ternyata bukan hanya krisis semen, tetapi juga dilanda kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Sejak tiga hari terakhir, warga antre pembelian BBM di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di dalam wilayah Kota Palu.

Bahkan, untuk BBM jenis petralite, pertamax dan solar sangatlah sulit diperoleh meski di SPBU.

“Saban hari kami antre di SPBU hanya untuk mendapatkan besin,” kata Zulkifli, salah seorang pengendara sepeda motor, Rabu (21/11/2018),

BACA JUGA:

Hal senada juga disampaikan Bejo, sopir angkutan barang. Ia mengatakan untuk sementara ini mengurangi aktivitas, sebab solar cukup sulit diperoleh di SPBU maupun pengecer.

“Ini sudah berlangsung beberapa hari dan pasokan ke  SPBU sering terlambat dan cepat habis,” kata dia. Hingga kini belum diketahui apa penyebab dari terjadinya kelangkaan BBM.

Ia berharap pihak pertamina sebagai pemasok BBM dan paling bertanggungjawab atas ketersediaan dan distribusi kebutuhan itu segera dapat mengatasi kelangkaan BBM karena sangat berdampak terhadap roda pembangunan dan perekonomian masyarakat di Kota Palu.

Apalagi, Palu beberapa waktu lalu diterjang bencana alam gempabumi dan tsunami yang menyebabkan perekonomian setempat porak-poranda dan sangat terpuruk sehingga perlu di dukung dengan tersedianya berbagai kebutuhan pokok , bahan bangunan semen dan BBM sulit diperoleh.

Pemerintah, kata dia, harus turun tangan mengatasi persoalan tersebut agar jangan sampai berlarut-larut. “Kasihan masyarakat sudah tertimpa bencana alam, kini kesulitan mendapatkan semen dan BBM,” ujarnya.

 

DIKARENAKAN KETERLAMBATAN

 

PT Pertamina (Persero)  mengaku terjadi kendala pada kapal tanker yang mengangkut bahan bakar jenis Pertamax dan Pertalite dari Balikpapan, Kalimatan Timur, menuju Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Donggala.

“Ada kendala pada tanker dari TBBM Balikpapan sehingga pasokan Pertamax dan Pertalite berkurang, namun kami tetap berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Unit Manager Communication & CSR MOR VII, M. Roby Hervindo, Rabu (21/11/2018).

Mengantisipasi kekosongan BBM di SPBU, Roby mengatakan pihaknya menambah pasokan premium ke SPBU di kota Palu dan sekitarnya hingga mencapai 150 persen dari rata-rata penyaluran normal.

“Kami tambah pasokan Premium sebanyak 400.000 – 430.000 liter per hari,” ujar Roby.

BACA JUGA:

Ia pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik. Saat ini ketahanan stok BBM di TBBM Donggala cukup untuk memenuhi kebutuhan selama lebih dari enam hari ke depan.

“Kami himbau masyarakat tidak perlu panik. Meski ada kendala sementara pada pasokan Pertamax dan Pertalite, stok Premium masih lebih dari cukup,” ujarnya.

Selain menambah pasokan premium, Pertamina juga berupaya mengoptimalkan perjalanan tanker yang membawa pasokan Pertamax dan Pertalite ke TBBM Donggala. Kapal MT Karmila diestimasi tiba pada Jumat (23/11/2018) sehingga penyaluran Pertamax dan Pertalite akan segera kembali normal.

Pertamina juga melakukan alih suplai dari TBBM Poso untuk memenuhi kebutuhan Pertamax dan Pertalite di wilayah Kabupaten Parigi Moutong (Parmout). ANT/RHT

SULTENGRAYA.COM


BERITA TERKAIT