Diterjang Tsunami, Ratusan Rumah di Pesisir Donggala Hilang
SULTENGRAYA.COM | 22/10/2018 11:05
Diterjang Tsunami, Ratusan Rumah di Pesisir Donggala Hilang
PASCA gempa kemudian disusul tsunami, beginilah kondisi rumah-rumah warga di Sirenja tinggal menyisahkan puing-puing bangunan. FOTO: SITUR

SULTENG RAYA –  Setelah gempa 7,4 SR dan tsunami menerjang Donggala pada 28 September 2018 lalu, sebagian wilayah pesisir Donggala yang menjadi pemukiman warga dilaporkan hilang.   

Anggota DPRD Provinsi Sulteng Tho Maskyur mengungkapkan ratusan rumah warga yang dibangun di wilayah pesisir pantai Donggala hancur rata dengan tanah. Seperti dikutip dari Sultengraya.com Sabtu 20 Oktober 2018, kerusakan parah terutama terjadi di pesisir Pantai Kecamatan Sirenja, khususnya Desa Tanjung Padang, Tompe, Lende, Lende Tovea dan sejumlah desa lain.

BACA JUGA: Gubernur Longki Kunjungi Pengungsi di Donggala

Dia merinci kerusakan terjadi di satu dusun dan  tiga desa. Sebanyak 275 KK kini sudah tidak punya hunian lagi. “Karena rumah mereka sudah habis dampak gempa kemudian tsunami,” ujarnya.

Kemudian di Desa Tanjung Padang sebanyak 324 rumah tidak bisa lagi dihuni karena data dengan tanah, maka jika air laut pasang sebagian pemukiman hilang.“Di Desa Lende Tovea tidak kurang dari 174 rumah kini tinggal puing dan bongkahan reruntuhan material bangunan,” ujar Maskyur.

Maskyur yang juga Ketua Nasdem Kabupaten Sigi ini menjelaskan saat ini warga masih bertahan dipengungsian di lapangan di wilayah mereka, setelah sebelumnya mereka terpisah-pisah di pengungsian.

SULTENGRAYA.COM


BERITA TERKAIT