'Gempa' Susulan di Kota Palu, Wakil Wali Kota Pasha Ungu: Saya Siap Mengundurkan Diri
SULTENGRAYA.COM | 19/10/2018 06:05
'Gempa' Susulan di Kota Palu, Wakil Wali Kota Pasha Ungu: Saya Siap Mengundurkan Diri
Wakil Wali Kota Sigit Purnomo Said mendapat mosi tidak percaya dari warga Kota Palu

SULTENG RAYA – Dampak gempa dan tsunami di Kota Palu berdampak pada situasi politik dan pemerintahan di kota tersebut. Sebagian warga menilai, Pemerintah Kota Palu tak sigap dalam penanganan dampak bencana. Distribusi bantuan kepada para korban gempa dan tsunami dan juga likuifaksi dinilai lambat.

Banyak mendapat kritikan pedas, Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said alias Pasha Ungu menyatakan siap mengundurkan diri dari jabatannya.  Pasha tidak mempersoalkan berbagai kritikan yang ditujukan pada dirinya. “Saya siap diturunkan atau mengundurkan diri,” ujar Sigit dengan berlinang air mata seperti dikutip dari Sultengraya.com, Kamis 18 Oktober 2018.

BACA JUGA:

Pernyataan tersebut disampaikan Sigit pada saat skors Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPRD Kota Palu. Pasha mengaku tidak ambil pusing terhadap kelompok masyarakat tertentu yang sengaja memperkeruh suasana agar warga tidak mempercayai kinerjanya

Menurut Pasha, dirinya sudah berupaya maksimal dalam membantu para korban gempa dan tsunami yang terjadi pada 28 September 2018 lalu. “Kami tidak peduli dihujat, kami tidak mau pusing dihina sampai dikatakan tidak mampu,” katanya.     

Sambil terbata-bata, vokalis band Ungu ini mengakui bantuan logistik yang datang di awal-awal pascagempa terjadi sangat terbatas. Pasha mengklaim aparatur pemerintah setempat sudah bekerja untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat agar bisa kembali bangkit.

“Tapi hari ini bagaimana kita memberikan pemenuhan jaminan hidup masyarakat kita terkait tuntutan kebutuhan makanan mereka, karena tanggap darurat ini diperpanjang sampai tanggal 26 Oktober,” ujarnya.

Pasha hadir menggantikan Wali Kota Palu yang tidak hadir pada rapat dengar pendapat dengan DPRD. Padahal,  RDP ini membahas pemulihan Kota Palu serta anggaran bantuan kepada korban gempa. RDP kemudian diskors tanpa batas waktu sampai Wali Kota Palu, Hidayat hadir untuk memberi penjelasan penanganan bencana.

BACA JUGA: Cegah Penyebaran Penyakit, Balaroa dan Petobo Disemprot Disinfektan Melalui Udara

Awalnya rapat dipimpin Ketua DPRD Palu, Ishak Cae berlangsung alot sebab anggota dewan mengajukan interupsi meminta wali kota hadir dalam rapat sesuai dengan kesepakatan awal. Anggota dewan menilai Wakil Wali Kota Palu tidak mampu mengambil kebijakan.

Seluruh anggota dewan yang hadir pun tidak setuju jika RDP hanya dihadiri wakil wali kota yang datang bersama Sekretaris kota (Sekkot) Palu, Asri. Penolakan masing-masing disuarakan dari Fraksi Golkar, Demokrat, Hanura dan Gerindra, termasuk anggota dewan dari Partai Persatuan Pembangunan.  Bahkan wakil dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rusman Ramli langsung menyatakan fraksinya walk out atau keluar dalam RDP itu.

SULTENGRAYA.COM


BERITA TERKAIT