Nyanyi Lagu #2019GantiPresiden, Aher Segera Keliling Jawa dan Sumatera
SUKABUMIUPDATE.COM | 16/07/2018 10:15
Nyanyi Lagu #2019GantiPresiden, Aher Segera Keliling Jawa dan Sumatera
Mantan gubernur Jabar Ahmad Heryawan nyanyi lagu 2019 ganti presiden di akhir acara halal bihalal DPD PKS Kota Sukabumi yang digelar di Gedung Juang, Minggu (15/7/2018). | Sumber Foto:Garis Nurbogarullah

SUKABUMIUPDATE.com -  Mantan gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyanyikan lagu 2019 ganti presiden di akhir acara halal bihalal Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PKS Kota Sukabumi yang digelar di Gedung Juang, Sukabumi, Minggu (15/7/2018).

Pria yang akrab disapa Aher ini menyanyikan lagu 2019 ganti presiden ditemani anggota Dewan Perwakilan Daerah Rakyat (DPRD) Kota Sukabumi dari fraksi PKS, Dani Ramdani.

Dani mengaku senang bisa duet dengan Aher menyanyikan lagu 2019 ganti Presiden. Ia menilai Aher merupakan sosok pemimpin muda yang cerdas, profesional, berprestasi dan tauladan.

"Senang bisa bernyanyi bareng beliau dengan lagu ganti presiden. Semoga lagu tersebut doa agar tahun depan kita punya presiden baru," singkatnya.

Sementara itu, Aher mengungkapkan namanya telah masuk ke dalam sembilan capres atau cawapres dari PKS. Oleh karena itu, Aher akan gencar sosialisasi dan mulai berkeliling ke Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera.

"Kalau di Jawa Barat kan mayoritas relatif sudah pada kenal," ujarnya, Minggu (15/7/2018).

BACA JUGA: Sejumlah Komunitas di Kota Sukabumi Deklarasi Dukung Aher Capres 2019

Mengenai dengan siapa pasanganya, Aher mengungkapkan hal itu tergantung dari hasil musyawarah partai.

"Dengan siapapun pasangannya pada dasarnya tentu partai akan bermusyawarah untuk menentukan format koalisi kedepan," ujarnya.

Terkait pencalonannya Aher pun sudah memiliki berbagai program, salah satunya yakni mengembalikan kedaulatan dan mengembalikan kemandirian. Dia menyebutkan ketika dolar saat ini naik, harga-harga juga akan segera naik. Pasalnya pemicu kenaikan tersebut akibat kurangnya kemandirian.

"Kalau kita mandiri dalam pertanian dan berbagai bidang termasuk bidang industri maka kemandirian tersebut tidak menyebabkan banyak mengimpor barang. Jadi kedepan kita akan bangun kemandirian kita supaya harga harga tidak begitu bergejolak dan masyarakat bisa menikmati apa yang kita miliki untuk kita sendiri," pungkasnya.

SUKABUMIUPDATE.COM


BERITA TERKAIT