Pergerakan Tanah Membuat Lantai Rumah Terbelah, Nenek Warsih: Saya Mengira Ada Harta Karun
SUKABUMIUPDATE.COM | 18/01/2021 12:10
Pergerakan Tanah Membuat Lantai Rumah Terbelah, Nenek Warsih: Saya Mengira Ada Harta Karun
Korban pergerakan tanah Dusun Suradita, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, mengungsi di SMPN 2 Gegerbitung. | CRP 11

SUKABUMIUPDATE.com - Bencana Pergerakan Tanah di Dusun Suradita, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, memaksa warga mengungsi. Mereka mengungsi sebab Pergerakan Tanah menyebabkan rumah rusak dan mengancam keselamatan warga di Kampung Sutadita dan Kampung Balekambang.

Tercatat ada sebanyak 49 Kepala Keluarga (KK) yang terdiri dari 133 jiwa mengungsi di SMPN 2 Gegerbitung dan SDN Ciengang. Diantara pengungsi yang ada di SMPN 2 Gegerbitung itu, Warsih salah satu diantaranya.

Wanita 70 tahun ini menceritakan detik-detik rumah di Kampung Suradita RT 17/08, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, rusak akibat pergerakan tanah.

Saat itu, Warsih yang sedang tidur dikagetkan dengan tanah bergerak ke atas dan merusak ubin yang ada di dalam rumahnya. "Dikira saya harta karun keluar dari dalam tanah padahal tanah yang bergerak dan merusak bagian dalam rumah," ungkapnya.

Kini Warsih dan korban bencana tersebut berharap punya tempat tinggal lagi. "Kami minta hidup yang tenang dan kami berharap punya tempat tinggal lagi." ungkapnya.

Hingga Sabtu (16/1/2021), terhitung sudah 7 hari warga mengungsi. 7 hari itu yang terdiri dari 3 hari mengungsi di Kantor Desa dan 4 hari mengungsi di sekolah tersebut.

Sementara itu, Kepala Desa Ciengang Yudius Hidayat Bagya mengatakan, dengan bantuan BPBD dan relawan lainnya kebutuhan warga telah terpenuhi. "Kita siapkan seperti dapur umum telah, [pengungsi] dikasih makan 3 kali sehari dan kebutuhan lainnya," jelasnya.

Hingga kapan warga ini akan berada di pengungsian, Yudius menyatakan akan melihat perkembangan. "Kita lihat perkembangan tanah yang bergerak itu sendiri dan kesiapan warga yang mengungsi. Untuk sementara kita amankan dulu karena ini menyangkut dengan nyawa," jelasnya.

SUKABUMIUPDATE.COM


BERITA TERKAIT