Aktivitas Sewa Kantor Global Turun 22 Persen, Ini Sebabnya
SUKABUMIUPDATE.COM | 27/05/2020 00:00
Pinewood Studio juga menyediakan ruang kantor yang disewakan.
Pinewood Studio juga menyediakan ruang kantor yang disewakan.

SUKABUMIUPDATE.com - Jones Lang LaSalle alias JLL mencatat aktivitas sewa kantor secara global menurun 22 persen dibanding kuartal pertama 2019 setelah banyak transaksi yang dibatalkan atau ditunda akibat wabah corona atau Covid-19.

Melansir dari tempo.co, namun demikian, aktivitas sewa perkantoran di Asia Pasifik hanya turun 9 persen dibanding kuartal pertama 2019 dan naik 14 persen secara tahunan. Kondisi ini juga dinilai belum berdampak pada tingkat kekosongan di Asia Pasifik, yang stagnan pada level 10,9 persen dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

“Di Jakarta, dampak paling signifikan dari Covid-19 dalam transaksi baru untuk sewa perkantoran, kemungkinan akan terjadi pada Q2 2020 karena peraturan pemerintah memastikan bahwa sebagian besar bisnis terus berjalan dengan kerja-dari-rumah," ujar Head of Research JLL Indonesia James Taylor dalam keterangan tertulis, Selasa, 26 Mei 2020.

James berharap permintaan ruang kantor akan kembali meningkat setelah krisis terburuk berlalu. "Covid-19 telah membuktikan bahwa banyak perusahaan dapat bekerja dari rumah tetapi juga menggarisbawahi perlunya ruang kantor fisik," tuturnya. Ia mengatakan pandemi tersebut telah mempercepat perubagan pada tempat kerja.

Senada dengan James, CEO JLL Asia Pasifik Anthony Couse mengatakan situasi saat ini menimbulkan gangguan dan tantangan untuk bisnis perkantoran. Pasalnya, cara orang melihat dan menggunakan perkantoran untuk perusahaan akan berubah.

"Namun kami berharap perkantoran akan tetap menjadi bagian utama dari strategi kerja para pebisnis di Asia Pasifik dalam jangka menengah hingga panjang," tutur Anthony. Pasca pandemi ini, perusahaan akan memprioritaskan kesehatan dan keselamatan karyawan mereka dan menerapkan jarak sosial saat kembali masuk ke tempat kerja. Sehingga, perubahan pada properti perkantoran tetap tidak akan terhindarkan.

Laporan JLL menyebut para CEO perseroan kini sedang menguji kembali strategi dan mungkin mempertimbangkan kalibrasi ulang jumlah ruang yang didedikasikan untuk ruang kantor tradisional setelah masa sewa habis, atau bahkan lebih cepat. Namun, meskipun situasi sedang tidak menguntungkan, konsultan real estate global ini meyakini bahwa perkantoran masih diperlukan.

Bahkan dalam beberapa pertimbangan, JLL melihat pandemi ini dapat menyebabkan perluasan ruang kantor, karena perusahaan berusaha meningkatkan jarak fisik antar karyawan. Konfigurasi kantor saat ini dapat dimodifikasi dengan meningkatkan kebutuhan akan ruang tambahan. Dengan melakukan hal itu, perusahaan dapat mempertimbangkan untuk memanfaatkan flexible space dari operator pihak ketiga, di samping implementasi kerja jarak jauh yang berkelanjutan untuk beberapa karyawan.

 

Sumber : tempo.co