Gagal Bayar, Nasabah BMT Rindu Alam Nyalindung Sukabumi Harap-harap Cemas
SUKABUMIUPDATE.COM | 23/05/2020 12:32
Buku tabungan BMT Rindu Alam Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.
Buku tabungan BMT Rindu Alam Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.

SUKABUMIUPDATE.com - Menjelang lebaran para nasabah Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Rindu Alam Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, harap-harap cemas. Pasalnya sampai saat ini BMT belum bisa mengembalikan uang para nasabah setelah BMT Rindu Alam menyatakan tidak dapat mengembalikan dana mitra atau gagal bayar pada 17 April 2020. Keadaan tersebut karena BMT Rindu Alam mengalami kerugian. 

Para nasabah dari berbagai kalangan baik itu lembaga maupun perorangan seperti para pengusaha kecil berbagai usaha sempat mendatangi kantor BMT untuk klarifikasi pada tanggal saat pengurus BMT mengumumkan gagal bayar itu. Adapun total uang yang akan dikembalikan kepada nasabah itu Rp 8 miliar.

BACA JUGA: Jiwasraya Mulai Bayar Klaim, Nasabah: Alhamdulillah

Dengan disaksikan Muspika Nyalindung dan dari DPKUKM Kabupaten Sukabumi, keluarlah surat pernyataan dari ketua BMT Rindu Alam pada tanggal 17 April 2020.

Dalam pernyataannya, ketua BMT Rindu Alam akan mengembalikan dana mitra keseluruhan secepatnya dengan cara bertahap atau penuh.

BACA JUGA: Jiwasraya Bergejolak, Nasabah di Sukabumi Berharap Dana Asuransi Tetap Aman

Masih dalam surat pernyataan tersebut, ketua BMT Rindu Alam akan mengupayakan dalam tempo selambat-lambatnya 1 tahun untuk melakukan pengembalian dana tersebut, tapi Ketua BMT Rindu Alam akan mengupayakan dalam waktu satu bulan ke depan sejak ditandatanganinya surat tersebut untuk melakukan pengembalian dana mitra bank secara bertahap atau keseluruhan. 

Dijelaskan dalam surat pernyataan tersebut, bilamana tidak menepati janji maka ketua BMT Rindu Alam siap diproses secara hukum yang berlaku. 

BACA JUGA: Dana Nasabah BTN Dibobol 250 M, OJK Watch Duga Direksi Berperan

Salah seorang nasabah mengungkapkan, BMT Rindu Alam yang melayani simpanan, pembiayaan dan jasa tersebut sudah beroperasi hampir lima tahun dan selama empat tahun lancar, namun baru tahun ini jadi kacau.

Menurut dia memang ada pernyataan sanggup mengembalikan selama satu bulan dan satu tahun. Akan tetapi perjanjian yang satu bulan saja, sekarang sudah lewat tidak ada konfirmasi lagi. hal itu yang menjadikan nasabah harap-harap cemas. "Momen sekarang para nasabah sangat membutuhkan uang tersebut," ujar nasabah tersebut kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (23/5/2020).

BACA JUGA: Dana Nasabah Rp 80 Juta Tiba-tiba Raib, BRI Janji Kembalikan Uang

Sementara itu Camat Nyalindung, Agus Mochamad Nurdin mengatakan bahwa permasalahan tersebut merupakan internal antara BMT dan nasabahnya. "Kami secara resmi belum menerima pengaduan nasabah, adapun kabar BMT bangkrut memang sempat dengar, cuma saat ini sedang berjalan proses penyelesaian," ucapnya. 

"Nanti kami akan segera berkordinasi dengan pihak Pemdes Kertaangsana, sejauh mana proses penyelesaiannya, selama ini pun kami mengintruksikan kasi Trantibum dan Sekmat, memantau agar tetap kondusif," pungkasnya.