Kisruh Pencairan Dana Bansos Tunai, Data yang Muncul Tak Sesuai dengan yang Disetor
SUKABUMIUPDATE.COM | 20/05/2020 14:21
Kisruh Pencairan Dana Bansos Tunai, Data yang Muncul Tak Sesuai dengan yang Disetor

SUKABUMIUPDATE.com - Pencairan bantuan sosial dari Pemkab Sukabumi di beberapa desa kawasan Kecamatan Cicurug dikeluhkan lantaran tak sesuai dengan data yang disiapkan pemerintah desa.

Kasi Kesra Desa Bangbayang, Kecamatan Cicurug, Maman Ismatullah mengatakan, Pemdes sampai saat ini pihaknya belum mempersiapkan atau memverifikasi kembali data penerima bantuan yang diberikan Pemkab terkait bantuan tersebut.

Sebelumnya, lanjut Maman, Pemdes Bangbayang telah diinstruksikan untuk menghimpun dan memvalidasi data bantuan ini, lalu datanya diserahkan ke Pemkab. Namun data yang saat ini sudah diterima Pemdes tidak sesuai dengan data yang sudah diberikan sebelumnya.

"Desa belum mempersiapkan data terkait bantuan yang akan diberikan oleh Pemerintah Daerah. Yang menjadi kendala saat ini adalah data yang dipegang Pemerintah Daerah tidak sama dengan yang diajukan Pemerintah Desa," ujarnya kepada sukabumiupdate.com, Selasa (19/5/2020).

Maman menuturkan, yang menjadi kendala adalah adanya perbedaan Nomor Induk (NIK) pada Kartu Keluarga (KK) maupun Kartu Tanda Penduduk (KTP). Oleh karena itu Pemdes merasa kewalahan atas data yang diberikan Pemkab karena harus memvalidasi ulang. "Saya tidak mengerti Pemkab memperoleh data tersebut dari mana," tuturnya.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Tenjoayu, Kecamatan Cicurug, Asnawi. Pihaknya sampai saat ini belum memverifikasi data bantuan yang akan diberikan Pemkab tersebut. Saat ini Pemdes Tenjoayu sendiri tidak mengerti apa maksud Pemkab yang akan mencairkan bantuan tersebut hari ini.

BACA JUGA: Inspektorat Datangi Kelurahan Surade, Buntut PNS Simpan Bansos Dalam Mobil

"Sama, kami juga belum memverifikasi data yang diberikan pemerintah daerah. Karena kami khawatir terjadi tumpang tindih penerima bantuan," tandas Asnawi.

Seperti diketahui, Pemkab Sukabumi menyiapkan anggaran Rp 170 miliar kepada 139.032 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) se-Kabupaten Sukabumi. Bantuan didistribusikan secara bertahap dan mulai dikirim pada Selasa (19/5/2020).


BERITA TERKAIT