Ujang Mati, Akhir Kisah Macan Tutul Jawa Pemakan Sepatu Bot
SUKABUMIUPDATE.COM | 07/04/2020 16:29
Ujang Mati, Akhir Kisah Macan Tutul Jawa Pemakan Sepatu Bot

SUKABUMIUPDATE.com - Balai Besar KSDA (BBKSDA) Jawa Barat menyatakan penyebab kematian macan tutul jawa (Panthera pardus melas) bernama Ujang akibat shock dan dehidrasi pasca perforasi lambung.

Penyebab kematian ini terungkap dari hasil nekropsi oleh dokter hewan di Rumah Sakit Satwa Taman Safari Indonesia (TSI), yang dilakukan sehari setelah kematian macan tutul muda ini. Adapun macan muda ini mati pada Sabtu (4/4/2020) lalu di TSI.  Nekropsi disaksikan oleh petugas Balai Besar KSDA Jawa Barat. 

Kronologis

Sebelumnya diberitakan bahwa pada hari Jumat tanggal 3 April 2020 seekor macan tutul jawa ditemukan oleh karyawan peternakan di peternakan ayam yang berlokasi di Kampung Sudajaya Girang, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi. Pada saat ditemukan macan tutul jawa  terlihat sedang menggigit dan memakan bagian dari sepatu bot. Berselang beberapa menit kemudian, karyawan peternakan ayam berhasil menangkap macan tutul jawa tersebut.

BACA JUGA: Gigit Sepatu Bot Pekerja Peternakan Ayam di Sukabumi, Macan Tutul Muda Ditangkap

Informasi tertangkapnya macan tutul jawa disampaikan juga ke petugas Resort Sukabumi Balai Besar KSDA Jawa Barat. Tim Resort Sukabumi Balai Besar KSDA Jawa Barat yang tiba di lokasi, setelah berdiskusi dengan PPSC Cikananga, petugas Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP), dan volunteer Panthera menyimpulkan bahwa melepas macan tutul jawa ke hutan secara langsung tidak menjadi pilihan mengingat macan tutul jawa perlu segera mendapatkan perawatan intensif. 

Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter hewan menunjukkan bahwa kondisi fisik macan tutul jawa sangat lemah diduga karena dehidrasi dan kelaparan. Tidak hanya itu, gigi taring bagian kanan bawah patah. Dengan kondisi tersebut, dokter hewan menyarankan agar macan tutul jawa dirawat di klinik hewan atau PPS untuk mendapatkan perawatan lebih memadai. 

BACA JUGA: Ini Hasil Rekaman Kamera Trap di Lokasi Kemunculan Macan Tutul di Simpenan Sukabumi

Tanggal 4 April 2020 Balai Besar KSDA Jawa Barat menitiprawatkan macan tutul jawa ke Taman Safari Indonesia agar mendapatkan perawatan dalam rangka proses penyembuhan. Adapun nantinya, setelah dinyatakan sehat dan layak release akan dilepasliarkan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).

Pada saat macan tutul jawa tiba di Taman Safari Indonesia pada pukul 17.00 WIB, langsung dilakukan pemeriksaan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa macan tutul jawa yang berumur ± 1 tahun (anakan) terlihat lemah, tidak bisa berdiri, tubuh sangat kurus, dehidrasi berat, dengan suhu tubuh 35,4°C. Namun demikian, pupil mata masih merespon terhadap cahaya, masih bisa mengangkat kepala, nafas ritmis tetapi lemah.

BACA JUGA: Air Jadi Pemicu Macan Tutul Keluar dari Habitatnya di Cibutun Sukabumi

Dokter hewan yang bertugas di Taman Safari Indonesia segera memberikan perawatan antara lain dengan melakukan rapid test infeksi virus (hasil negative), memberikan cairan infus, dan memberikan makan berupa potongan daging ayam.

Namun upaya-upaya penyelamatan yang telah dilakukan tidak berbuah manis. Pada pukul 21.30 WIB, macan tutul jawa mengalami kematian.


BERITA TERKAIT