Rentetan Banjir dan Longsor Akibat Hujan Deras Kota Sukabumi di Akhir Pekan
SUKABUMIUPDATE.COM | 29/03/2020 23:01
Longsor dan banjir yang terjadi di Kota Sukabumi, Minggu (29/3/2020).
Longsor dan banjir yang terjadi di Kota Sukabumi, Minggu (29/3/2020).

SUKABUMIUPDATE.com - Bencana banjir dan longsor terjadi di beberapa titik di Kota Sukabumi saat hujan deras mengguyur pada Minggu (29/3/2020).

Kasi Pencegegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Zulkarnain Bahrami mengatakan, bencana longsor terjadi di Jalan Sejahtera RT 01/21 Kelurahan Dayeuhluhur Kecamatan Warudoyong Kota Sukabumi.

BACA JUGA: Pohon Kiacret 15 Meter Tumbang di Jalan Raya Warungkiara Sukabumi

"Hujan deras yang terjadi pada pukul 12.30 WIB hingga 15.00 WIB berimbas pada wilayah Jalan Sejahtera. Terjadi longsor yang bersumber dari meningkatnya debit air sungai, sehingga menyebabkan satu unit bangunan toko material dan rumpun bambu ambruk dan menimpa satu rumah," kata Zulkarnain kepada sukabumiupdate.com.

Akibat kejadian tersebut, sambung Zulkarnain, bangunan toko material milik Nurdin Firmansyah dengan panjang 25 meter, lebar 6 meter, dan tinggi 7 meter roboh akibat dari tanah di bawah bangunan longsor terseret oleh derasnya air sungai dan rumpun bambu di sekitaran bangunan.

BACA JUGA: Rekap Dampak Puting Beliung di Parungkuda Sukabumi, 13 Rumah Rusak

Bangunan itu lalu mengalami ambruk dan menimpa satu rumah di sebrang sungai, serta satu mobil angkot yang ikut tertimpa bangunan.

"Kejadian bencana tanah longsor hingga akhir penanganan diperkirakan kerugian mencapai Rp 25 juta dan kerusakan mencapai Rp 60 juta. Tidak ada korban," tambah Zulkarnain.

BACA JUGA: Puting Beliung dan Petir Menggelegar, Kubah Masjid di Cidahu Sukabumi Rusak

Sementara itu, bencana banjir terjadi di Kampung Tegal Laya RT 04/04 Kelurahan Cipanengah Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi. Zulkarnain mengungkapkan, hujan deras yang juga terjadi pada pukul 12.30 WIB hingga 15.00 WIB, mengakibatkan banjir yang menggenangi dua rumah dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter.

Peristiwa itu diakibatkan oleh saluran air mampet sehingga tumpah menggenangi rumah penduduk. "Kejadian bencana banjir hingga akhir penanganan diperkirakan kerugian mencapai Rp 2 juta. Tidak ada korban," pungkasnya.