Masih Bicara Tak Jelas, Pemuda Maling Kotak Amal Masjid di Cinagen Sukabumi
SUKABUMIUPDATE.COM | 15/03/2020 21:35
Diduga mau mencuri kotak amal, seorang pemuda tanpa identitas diamankan warga Kampung Cinagen, Desa Nagraksari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (14/3/2020).
Diduga mau mencuri kotak amal, seorang pemuda tanpa identitas diamankan warga Kampung Cinagen, Desa Nagraksari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (14/3/2020).

SUKABUMIUPDATE.com - Seorang pemuda tanpa identitas diamankan warga Kampung Cinagen, Desa Nagraksari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi pada Sabtu (14/3/2020) kemarin.

BACA JUGA: Enam Kali Kotak Amal Dibobol, Warga Ciambar Sukabumi Jebak Maling

Pemuda yang hingga kini belum diketahui identitasnya tersebut sempat jadi bulan-bulanan warga lantaran diduga hendak mengambil uang di kotak amal Masjid Nurul Huda Kampung Cinagen.

"Kejadiannya hari Sabtu sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu ada warga yang meninggal dunia, jadi lagi ramai. Kebetulan ada warga yang melihat pemuda masuk masjid, terus ditanya dan jawabnya kesana kemari," ujar Kepala Desa Nagraksari, Nurman Saleh kepada sukabumiupdate.com, Minggu (15/3/2020).

BACA JUGA: Maling Kotak Amal di Masjid Birrul Walidin Sukabumi, BOS: Seragam Ojol Mudah Didapat

Lanjut Nurman, menurut keterangan beberapa warga pemuda tersebut sudah mencongkel kotak amal masjid, tapi keburu ketahuan dan sempat melarikan diri. Warga kemudian mencoba mengejar, pemuda tersebut berhasil ditangkap.

"Pengakuanya pemuda itu dari Jagamukti Surade. Oleh warga langsung dibawa ke Polsek Jampang Kulon. Sepertinya pemuda tersebut dalam kondisi mabuk. Saat diamankan sempat melawan juga ke warga," tandas Nurman.

BACA JUGA: Ternyata, Bapak di Sukabumi Ini Sudah Dua Kali Kepergok Maling Kotak Amal

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Jampang Kulon, Bripka Riki Rosadi membenarkan pihaknya telah mengamankan seorang pemuda dengan dugaan pencuri uang kotak amal masjid, namun aksinya keburu ketahuan.

"Sekarang sedang ditangani. Pemuda tersebut tidak memiliki identitas. Saat ditanya pengakuannya terus berubah-ubah, mungkin masih pusing," pungkasnya.