Balada Keluarga Endang, Makan Rebus Pepaya Huni Saung Tengah Kebun di Ciracap Sukabumi
SUKABUMIUPDATE.COM | 22/02/2020 18:46
Endang Setiawan bersama istrinya serta kedua anaknya menghuni sebuah saung yang berada dekat Sungai Cikarang di Kampung Cilawang, Desa Ciracap, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.
Endang Setiawan bersama istrinya serta kedua anaknya menghuni sebuah saung yang berada dekat Sungai Cikarang di Kampung Cilawang, Desa Ciracap, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.

SUKABUMIUPDATE.com - Cerita memilukan datang dari Endang Setiawan bersama istrinya serta kedua anaknya. Keluarga ini menghuni sebuah saung yang berada tak jauh dari Sungai Cikarang di Kampung Cilawang, Desa Ciracap, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.

"Saya asli warga Kecamatan Ciracap, tiga tahun lalu pernah punya istri orang Desa Tegallega. Namun sudah cerai dan sekarang kembali lagi ke Kecamatan Ciracap. Kalau KTP masih Desa Tegallega, Kecamatan Lengkong. Namun berkeinginan untuk menetap di Kecamatan Ciracap," ucap Endang Setiawan, kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (22/2/2020).

BACA JUGA: Keluarga Penghuni Bekas Saung di Tegalbuleud Sukabumi Diberi Sembako dan Pakaian

Sudah hampir tujuh bulan, keluarga kecil ini tinggal di lahan perkebunan milik seseorang warga Kecamatan Ciracap. Endang bekerja mengurus lahan dengan luas sekitar tujuh hektar dengan gaji per minggu Rp 500 ribu.

Namun uang yang diterima ini dipotong oleh pemilik lahan karena saat itu Endang meminjam uang untuk membangun saung dan kebutuhan sehari-hari. "Saya disuruh menanam jagung, pisang, cabe durian, serta kacang, pokoknya mengurus dan diam di lahan tersebut," jelas Udil. 

Saung yang dihuninya dibangun dari bambu dan atapnya daun kelapa kering. Tidak ada penerangan begitupun dengan MCK. Tinggal disaung membuat keluarga ini dihantui rasa was-was, ketika hujan dturun air menyelusup masuk. Binatang pun menjadi khawatiran. "Yang sangat dikhawatirkan banyak ular," lirihnya.

BACA JUGA: Delapan Tahun, Bapak Tua dan Anak Putus Sekolah Huni Saung Butut di Sagaranten Sukabumi

Jarak saung dengan permukiman warga ini sekitar satu kilometer. Endang pasrah dengan keadaan ini. Hutang yang melilit membuat keluarga ini tidak mampu beli beras hingga terpaksa makan rebus pepaya muda.

Endang pun kini sedang memikirkan anaknya yang beranjak besar dan harus sekolah. Sudah pasti, kata Endang, biaya hidup juga bertambah. "Yang jadi pikiran anak mau masuk sekolah tahun depan, yang besar sudah menginjak 6 tahun lebih, dan yang kecil baru dua tahun," pungkasnya.