Puluhan Lubang Tambang Emas Liar Ditemukan di Taman Nasional Gunung Halimun Salak
SUKABUMIUPDATE.COM | 06/02/2020 16:40
Puluhan Lubang Tambang Emas Liar Ditemukan di Taman Nasional Gunung Halimun Salak
Kapolres Sukabumi AKBP Nuredy Irwansyah Putra ikut serta dalam operasi penutupan tambang emas liar atau penambangan emas tanpa izin (Peti) di Kecamatan Cisolok yang masuk kawasan TNGHS.

SUKABUMIUPDATE.com - Ratusan personil gabungan yang terdiri dari Polres Sukabumi, TNI, Polhut Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Satpol PP Kabupaten Sukabumi serta dinas dan instansi terkait melakukan penutupan lubang tambang emas liar atau penambangan emas tanpa izin (Peti) di Kecamatan Cisolok yang masuk kawasan taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Penutupan tambang emas liar ini dipimpin langsung Kapolres Sukabumi AKBP Nuredy Irwansyah Putra. Dalam operasi penertiban ini, personil gabungan ini dibagi dalam 7 kelompok sesuai wilayah target operasi dan mereka dipimpin dua orang Perwira pengendali. Personil gabungan ini menyasar beberapa blok lokasi tambang.

"Sesuai dengan target operasi, ada 7 sasaran wilayah blok penambangan emas tanpa izin yaitu blok Cibangkol sebanyak 7 lubang, blok Cicadas sebanyak 11 lubang, blok Sikluk sebanyak 5 lubang, blok petey sebanyak 2 lubang, blok pangeboran sebanyak 11 lubang, blok Talun sebanyak 3 lubang dan blok Gunung Peti sebanyak 5 lubang," ujar Kapolres Sukabumi AKBP Nuredy Irwansyah Putra melalui Paur Humas Polres, Ipda Aah Saepul Rohman kepada sukabumiupdate.com, Kamis (6/2/2020).

Dijelaskan Aah, dalam melaksanakan tugasnya tim dilengkapu perlengkapan seperti cangkul, golok, linggis, garpu dan police line. Selain menutup lubang Peti, personil gabungan juga meruntuhkan tenda biru yang dibangun para gurandil atau penambang liar.

Tidak hanya itu, personil gabungan juga menyisir tempat pengolahan emas di wilayah Cibareno yang berbatasan langsung dengan wilayah kabupetan lebak, Provinsi Banten.

"Tanpa mengenal lelah meski kondisi cuaca turun hujan, pak Kapolres Sukabumi berjibaku bersama anggota tim gabungan menutup lubang galian emas yang di tinggalkan oleh para gurandil," jelasnya.

Masih kata Aah, penutupan Peti itu dilakukan dalam rangka menyelematkan lingkungan. Dalam esempatan tersebut Kapolres berpesan kepada seluruh anggota untuk menjaga keselamatan diri masing-masing dan laksanakan operasi secara persuasif mengacu pada SOP yang telah ditentukan.

"Alhamdulillah operasi berjalan sukses dengan hasil melebihi target yang telah ditetapkan," pungkasnya.

SUKABUMIUPDATE.COM


BERITA TERKAIT