Kehilangan Satu Kaki Tak Membuat Piat Patah Semangat, Siap Perkuat Tim Garuda INAF
SUKABUMIUPDATE.COM | 08/12/2019 19:16
Kehilangan Satu Kaki Tak Membuat Piat Patah Semangat, Siap Perkuat Tim Garuda INAF

SUKABUMIUPDATE.com - Kekurangan fisik tak menyurutkan semangat Piat Supriatna (29 tahun) untuk menorehkan prestasi. Pemuda asal Kampung Tegallega RT 28/05 Kedusunan II Desa Tegallega, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi tersebut adalah seorang atlet sepakbola.

BACA JUGA: Masuk Final, Sri Ranti Atlet Panahan Asal Sukabumi Siap Sumbang Medali di SEA Games 2019

Piat saat ini sedang mengikuti seleksi Tim Garuda Indonesia Amputee Football (INAF). Ia tengah berlatih keras di F7 Mini Soccer Fatmawati, Jakarta Selatan. Piat punya mimpi ingin mengharumkan nama Indonesia, khususnya nama Kabupaten Sukabumi di ajang Asian Cup Amputee Football di Selangor, Malaysia bulan Februari 2020 mendatang.

Sepupu Piat, Fuad Abdul Latif menuturkan, kaki kiri Piat harus diamputasi pasca kecelakaan lalu lintas di daerah Semarang pada 2 April 2017 silam. Piat sempat dirawat di RSUD Karyadi selama hampir enam bulan, hingga akhirnya tim dokter memutuskan kaki Piat harus diamputasi.

"Piat awalnya bekerja di sebuah perusahaan travel, jasa angkutan wisata sebagai kondektur. Dia mengalami kecelakaan, dirawat enam bulan dan akhirnya kaki sebelah kirinya harus diamputasi. Setelah dari rumah sakit, Piat masih sempat bekerja di perusahaan tersebut sampai akhirnya memutuskan keluar dan ikut seleksi Tim Garuda INAF. Dia memang punya bakat di bidang olahraga, terutama sepakbola dan voli," ujar Fuad kepada sukabumiupdate.com, Minggu (8/12/2019).

Piat Supriatna, pemuda asal Kampung Tegallega RT 28/05 Kedusunan II Desa Tegallega, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi disela sesi latihan bersama Tim Garuda INAF. | Sumber Foto: Istimewa

Piat adalah anak pertama dari pasangan Suryana dan Aisyah. Piat adalah lulusan MI Bojonghaur, dan menyelesaikan sekolah dasar di SDN Tegallega, dilanjutkan ke MTs Assobandiyah Bojonghaur Kecamatan Lengkong dan lulus tahun 2006, dilanjut di MA Al Haddad dan lulus tahun 2009.

BACA JUGA: Atlet-atlet Hebat Asal Sukabumi Ikut Bela Merah Putih di SEA Games 2019

Sukabumiupdate.com kemudian mencoba menghubungi Piat yang tengah berada di Jakarta melalui sambungan telepon. Tanpa segan, Piat bercerita tentang perjalanannya sejak kecelakaan, kehilangan kaki kiri, hingga muncul semangat untuk mengikuti seleksi Tim Garuda INAF.

"Kalau diingat-ingat, waktu itu, setelah mengalami kecelakaan tersebut, memang masih bekerja di perusahaan travel itu, namun pada bulan Oktober tahun itu sudah mengajukan untuk berhenti," kata Piat.

BACA JUGA: Mengenal Saeful Rahman, Atlet Bola Tangan Asal Surade Sukabumi di SEA Games 2019

"Kalau tidak salah, 1-3 Desember 2019 kemarin saya sempat menghadiri Hari Disabilitas Internasional di Jakarta. Di situ saya bertemu dengan Tim INAF. Kebetulan salah satu anggota tim masih teman saya juga. Akhirnya saya diajak untuk bergabung dan ikut latihan, persiapan untuk kejuaraan Asian Cup Amputee Football di Selangor, Malaysia bulan Februari tahun depan. Masih ada waktu sekitar dua bulan untuk latihan fisik dan skill," sambung Piat.

BACA JUGA: Ayu Atlet Floorball Putri Indonesia di SEA Games 2019, Si Cantik Asal Kabandungan Sukabumi

"Alhamdulilah saya diberi kesempatan oleh pelatih, baik cabang sepakbola maupun bola voli untuk ikut latihan, sambil penyeleksian. Minta doanya untuk masyarakat Kabupaten Sukabumi, terutama juga keluarga yang ada di Desa Tegallega, Kecamatan Lengkong. Doakan semoga saya bisa mengharumkan nama baik daerah," lirihnya.

Menutup percakapan, pemuda lajang tersebut ternyata juga punya cita-cita ingin membuka usaha sendiri di tanah kelahirannya, yakni membuka jasa laundry. Saya ingin membuka usaha sendiri, sambil tetap mengembangkan olahraga," pungkas Piat.


BERITA TERKAIT