Lelaki Australia Cari Anak Kandung Berdarah Indonesia: Lia, Ayah Ingin Bertemu
SUKABUMIUPDATE.COM | 01/12/2019 19:55
Lelaki Australia Cari Anak Kandung Berdarah Indonesia: Lia, Ayah Ingin Bertemu
ilustrasi ayah dan bayi (pixabay.com)

SUKABUMIUPDATE.com - Seorang pria Warga Negara Asing (WNA) asal Australia, Geoffrey Smith (78 tahun), berusaha mencari keberadaan anak kandungnya bernama Lia (15 tahun). Lia lahir dari hubungan dirinya dengan seorang perempuan asal Banyuwangi, Jawa Timur bernama Suriyati (Yati). Diketahui, Lia telah diadopsi oleh keluarga pebisnis asal Sukabumi.

Beberapa waktu yang lalu, tim redaksi sukabumiupdate.com mendapatkan sebuah pesan masuk ke laman fans page facebook SukabumiUpdate.com, pesan tersebut dikirim oleh seorang pria bule (orang luar negeri, red) berkacamata, berambut putih dan nampak sudah berumur tua bernama Geoffrey Smith. Smith memberitahukan bahwa ia sangat membutuhkan pertolongan untuk mencari anak kandungnya.

"Aku sangat ingin bertemu dengan anakku Lia," ungkap Smith kepada sukabumiupdate.com, Sabtu (30/11/2019).

 

Screenshot pesan dari Geoffrey Smith (78 tahun) kepada sukabumiupdate.com.

Lanjutnya bercerita, Ia dan Yati menikah di Songgon, Jawa Timur sekitar awal tahun 2004 silam. Dari hasil pernikahannya tersebut, Yati mengandung seorang anak. Namun, pada saat Yati mengandung, Smith terpaksa kembali pulang ke Australia dikarenakan harus menyelesaikan permasalahan bisnis perusahaanya bekerja. 

Dampaknya, Smith pada saat itu terpaksa pindah ke sebuah daerah terpencil di kawasan Australia Barat, di daerah tersebut Smith amat sangat kesulitan untuk melakukan telekomunikasi dengan Yati.

"Sebelum aku pindah ke Australia Barat, aku masih tetap bisa berkomunikasi dengan Yati. Yati sempat bilang padaku bahwa ia mengalami keguguran, faktanya ia berbohong padaku! Hingga aku kembali ke Indonesia, aku mengetahui bahwa anak yang dikandungnya telah lahir," tuturnya.

Menurutnya, Yati merasa telah ditinggalkan oleh Smith ketika pulang ke Australia, Yati merasa tak sanggup membesarkan anaknya sendirian, hingga pada akhirnya Yati memutuskan sendiri merelakan anaknya diadopsi oleh orang lain.

"Padahal kenyataanya aku tidak berniat meninggalkannya, bahkan aku tetap mengirimkan uang padanya ketika berada di Australia pada saat itu," paparnya.

Yati melahirkan seorang anak perempuan pada bulan September 2004, di salah satu rumah sakit di Denpasar, Bali. Tak jauh berselang setelah kelahiran anaknya yang diberi nama Lia, Yati memberikan Lia untuk diadopsi oleh keluarga pebisnis asal Sukabumi.

"Yati merelakan Lia untuk diadopsi, tanpa persetujuan aku terlebih dahulu, ia pun tak bilang padaku tentang adopsi itu, ia hanya mengatakan ia telah keguguran dan aku mempercayainya saja pada saat itu," jelasnya.

Tiga tahun berlalu, hubungan Smith dan Yati kembali membaik, datanglah sebuah surat ke kediaman mereka. Dalam surat tersebut berisi sejumlah foto anak perempuan berparas bule yang cantik. Dalam surat itu juga terdapat tulisan berisi tentang kondisi Lia yang telah diadopsi oleh keluarga angkatnya di Sukabumi.

"Ternyata surat tersebut dari orangtua angkat Lia, dari situlah aku mengetahui bahwa Yati berbohong padaku selama ini," ujarnya.

Waktu pun berlalu, akhirnya Smith dan Yati pun bercerai, namun mereka masih memiliki hubungan baik hingga saat ini. Suatu hari, Yati mendapatkan pesan dari orangtua angkat Lia, bahwa Lia menginginkan bertemu dengan orangtua kandungnya, akhirnya mereka melakukan pertemuan tanpa sepengetahuan Smith di salah satu hotel di kawasan Bali.

"Yati dan Lia pun bertemu, namun Yati tidak sama sekali menceritakan apapun tentang aku kepada Lia," terangnya.

Ia pun mendapatkan informasi tentang Lia dari Yati, bahwa Lia dibesarkan di Sukabumi oleh kedua orangtua angkatnya, Lia pun bersekolah di Sukabumi. Orangtua angkatnya sering bercerita bahwa Lia sering mendapatkan ejekan sebagai anak pungut.

"Karena mungkin wajah Lia dengan kedua orangtua angkatnya jelas berbeda," tuturnya.

Selain itu, Lia juga kerap kali dibawa pulang pergi ke Singapura oleh kedua orang tua angkatnya, kedua orang tua angkatnya merupakan sebuah keluarga kaya raya di Sukabumi. Meski demikian, ia dan Yati sangat bahagia dan senang, karena anak kandung mereka diurus dan dibesarkan dengan baik oleh kedua orangtua angkatnya.

"Harapannya, aku sebenarnya tidak ingin menggangu mereka, aku juga tidak ingin merebut kembali Lia, aku hanya ingin bertemu dengannya, mengobrol dengannya, hanya itu saja," katanya.


BERITA TERKAIT