Dengar Suara Pedagang Gorengan Cicurug Jika Minyak Goreng Curah Dihapus
SUKABUMIUPDATE.COM | 08/10/2019 17:07
Dengar Suara Pedagang Gorengan Cicurug Jika Minyak Goreng Curah Dihapus

SUKABUMIUPDATE.com - Para pedagang di Gang Cimelati Kelurahan Cicurug, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi merasa keberatan atas wacana pemerintah pusat yang akan menghapus peredaran minyak curah.

Edi Siswandi (45 tahun) misalnya. Pedagang gorengan tahu tersebut mengatakan minyak curah merupakan bahan utama untuk pedagang kelas menengah ke bawah seperti dirinya. "Jelas keberatan," ujar Edi saat diwawancarai sukabumiupdate.com, Senin (7/10/2019).

BACA JUGA: Mulai Januari 2020, Tak Ada Lagi Peredaran Minyak Goreng Curah

Seperti diketahui, pemerintah pusat berencana akan memberhentikan peredaran minyak curah hingga pelosok Indonesia mulai tanggal 1 Januari 2020, yang diganti dengan minyak kemasan.

Edi membenarkan penggunaan minyak kemasan bermerek akan berpengaruh kepada rasa serta tesktur tahu menjadi lebih enak. Namun, yang paling membuatnya merasa keberatan adalah karena minyak kemasan itu mahal harganya. "Memang, tahu menjadi lebih crispy ketika mengunakan minyak kemasan. Tapi harganya mahal, jadi bingung," kata Edi, mengeluh.

BACA JUGA: Video: Viral! Tukang Minyak Curah Kabur, Tabrak Kendaraan di Cibaraja

 Senada dikatakan Rizki (22 tahun) pedagang gorengan asal Cicurug. Ia mengakui khawatir tak mampu membeli minyak kemasan yang harganya lebih mahal ketimbang minyak curah.

"Kami berharap pemerintah mengeluarkan minyak kemasan dengan harga bersahabat dengan pedagang kelas menengah ke bawah. Intinya sesuaikan saja harga dengan pedagang kecil seperti kami," katanya.


BERITA TERKAIT