Sepekan, Dua Keracunan Massal Terjadi di Sukabumi, di Acara Nikahan dan Tahlilan
SUKABUMIUPDATE.COM | 17/09/2019 11:30
Sepekan, Dua Keracunan Massal Terjadi di Sukabumi, di Acara Nikahan dan Tahlilan
Warga Babakan, Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi saat dirawat di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Cibuntu, Senin (16/9/2019). | Sumber Foto:Nandi

SUKABUMIUPDATE.com - Kasus keracunan massal kembali terjadi di Sukabumi hanya dalam tempo sepekan. Kali ini 15 orang warga Babakan, Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi harus menjalani perawatan intensif di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Cibuntu, Senin 16 September 2019 malam.

BACA: Kondisi Terkini KLB Keracunan Bantargadung, Masih Ada Warga Dirujuk ke RS Palabuhanratu

Warga dari RT 17, 18 dan 19, RW 04 Kedusunan Ciangrek tersebut diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan di acara pernikahan.

"Info sementara, dugaan keracunan makanan dari tempat warga yang sedang menggelar acara pernikahan," ujar Relawan BPBD Kecamatan Simpenan, Yayan Bastiar kepada sukabumiupdate.com.

Yayan memaparkan, kejadian berawal sekitar pukul 17.30 WIB saat tujuh orang warga merasakan pusing, mual dan muntah sesaat setelah menyantap makanan di acara resepsi pernikahan.

Korban keracunan massal di Kecamatan Simpenan hingga kini masih menjalani perawatan di Pustu Desa Mekarasih, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Namun, beberapa orang korban keracunan dirujuk ke RSUD Palabuhanratu. 

Humas RSUD Palabuhanratu, Bili Agustian menyatakan, pada Senin (16/9/2019) malam RSUD Palabuhanratu menerima rujukan korban keracunan massal dari Puskemas Simpenan.

BACA: Keracunan Massal Simpenan, Polisi Ambil Daging hingga Mie Keriting untuk Diteliti

"Kami menerima rujukan dari simpenan pada pukul 12 malam sebanyak tiga orang, dua anak-anak dan seorang dewasa," ujar Bili kepada sukabumiupdate.com, Selasa (17/9/2019).

Menurut Bili, hingga Selasa pukul 10.00 WIB, jumlah korban keracunan yang dirujuk ke RSUD Palabuhanratu belum bertambah. Tiga orang korban keracunan pun sudah diperbolehkan pulang.

"Sampai dengan jam 10 pasien (keracunan massal) masih tetap tiga orang, dan semuanya sudah boleh pulang," singkat Bili.

Sebelumnya, puluhan warga Kampung Babakan mendadak mual, pusing hingga muntah. Kejadian tersebut usia menyantap makanan dari acara pernikahan yang digelar warga, Senin (16/9/2019).

Peristiwa keracunan massal yang dialami warga Kecamatan Simpenan ini terjadi setelah keracunan massal di Kecamatan Bantargadung. Warga Kampung Pangkalan, Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, mendadak mengalami pusing, mual dan muntah-muntah setelah menyantap nasi uduk dari acara tahlilan 100 hari meninggalnya warga pada Selasa (10/9/2019). 

SUKABUMIUPDATE.COM


BERITA TERKAIT