Tebing di Area Proyek Double Track Sukabumi Longsor, 1 Anak Tewas
SUKABUMIUPDATE.COM | 11/01/2019 13:10
Tebing di Area Proyek Double Track Sukabumi Longsor,  1 Anak Tewas
Proses evakuasi korban tewas longsor Cicurug Sukabumi. | Sumber Foto:Rawin Soedaryanto

SUKABUMIUPDATE.com - Seorang anak meninggal dunia akibat tertimbun longsor di Kampung Nyalindung RT 03/04, Kelurahan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Kamis (10/1/2019) sekitar pukul 15.30 WIB. Korban bernama Muhammad Rifki (10 tahun). Lokasi kejadian berada di tempat proyek double track atau jalur ganda Kereta Api.

Saat itu korban sedang bermain bersama lima orang temannya Hilman (7 tahun), Mahesa (6 tahun), Rizki (10 tahun), Fadil (9 tahun) dan Adira (10 tahun) dibawah tebing yang tingginya mencapai 7 meter. Tiba-tiba tebing tersebut ambruk dan menimpa anak-anak tersebut.

BACA JUGA: Hujan Disertai Angin, Pohon Tumbang hingga Rumah Rusak di Jampangtengah Sukabumi

Saksi Badilah (23 tahun) mengatakan, saat itu dirinya berada tak jauh dari lokasi longsor. Tiba-tiba terdengar suara ambruk dan dirinya langsung berlari ke lokasi tersebut lalu dilihatnya empat anak sudah merayap keluar dari timbunan tanah. Tiga anak ini memberitahu ada dua lagi di bawah timbunan tanah yaitu korban dan Hilman.

"Dua anak itu tertimbun secara bertumpuk dan anak yang meninggal itu berada paling bawah. Selain tertimbun tanah anak meninggal juga tertimbun akar pohon yang ikut ambruk bersama tanah," ungkap Badilah.

Badilah mengatakan, saat itu dirinya bersama kakanya, Elis (27 tahun) dan beberapa orang pekerja proyek double track menggali hingga ditemukan seorang anak masih hidup. Namun untuk menolong anak yang satunya lagi kesulitan sebab berada di dasar dan tertimbun akar.

"Saat evakuasi anak satunya lagi warga sudah banyak, lalu memanggil alat berat jenis beko. Ada dua beko, yang pertama nahan longsor dari tebing dan satunya lagi ngegali. Anak yang berada tertimbun tanah itu akhirnya diangkat dan masih hidup," ujarnya.

BACA JUGA: Longsor di Lokasi Proyek Double Track Cicurug Sukabumi, Satu Korban Tewas

Saksi lainnya, Elis mengatakan, korban diketahui masih bernapas setelah dievakuasi dari timbunan tanah. Elis yang mengantarkan korban ke puskemas pakai motor. "Saya antar korban naik motor ke puskesmas. Saya bawa motor, korban dibonceng bersama warga. Tak lama tiba di puskemas datang orang tua korban. Setelah itu saya pulang," ujarnya. Korban dinyatakan meninggal di rumah sakit.

SUKABUMIUPDATE.COM


BERITA TERKAIT